BERITA TERKINI
Harga Minyak Goreng Naik, Dipengaruhi Permintaan Global dan Gangguan Distribusi

Harga Minyak Goreng Naik, Dipengaruhi Permintaan Global dan Gangguan Distribusi

Jakarta – Kenaikan harga minyak goreng kembali menjadi perhatian di tengah dinamika pasar global. Tekanan terutama terjadi pada minyak sawit sebagai bahan baku utama, yang dipengaruhi sejumlah faktor eksternal.

Analis Perdagangan Ahli Pertama, Rifaus Silviani, menyatakan permintaan global yang meningkat membuat pasokan semakin ketat dan menekan pasar domestik. Ia memperkirakan lonjakan harga dapat mencapai 20 persen, seiring naiknya permintaan global serta penggunaan minyak sawit untuk biofuel.

Silviani juga menyinggung konflik di Timur Tengah sebagai salah satu faktor yang turut memengaruhi kenaikan harga. Menurutnya, konflik tersebut berdampak pada terhambatnya distribusi bahan baku plastik, yang kemudian meningkatkan biaya produksi di dalam negeri karena minyak goreng membutuhkan kemasan plastik.

Ia menyebut kenaikan harga mulai terasa sejak periode Ramadan dan berlanjut setelah Lebaran. Situasi ini, kata dia, turut diperkuat oleh naiknya harga bahan pendukung produksi, termasuk kemasan plastik.

Untuk menekan harga di pasaran, pemerintah daerah bersama Bulog melakukan langkah-langkah stabilisasi, salah satunya melalui distribusi minyak goreng dalam operasi pasar dengan harga lebih terjangkau. Program ini difokuskan pada pasar pantauan guna menjaga stabilitas harga.

Namun, Silviani menilai distribusi belum sepenuhnya merata sehingga masih terjadi perbedaan harga antarwilayah. Ia juga menjelaskan kelangkaan sempat terjadi karena penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat, ketika stok minyak goreng dialihkan sementara untuk program tersebut sebelum kembali normal di pasar.

Silviani berharap jika distribusi bahan baku plastik kembali lancar, maka proses produksi di dalam negeri dapat berjalan lebih baik dan harga minyak goreng berangsur stabil.