BERITA TERKINI
HIPMI Jatim dan HIPMI Jaya Teken MoU Perkuat Kolaborasi Antardaerah di Tengah Tekanan Ekonomi Global

HIPMI Jatim dan HIPMI Jaya Teken MoU Perkuat Kolaborasi Antardaerah di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Jakarta: Di tengah dinamika ekonomi global yang dinilai penuh tekanan dan ketidakpastian, pengusaha muda disebut membutuhkan kepastian arah kebijakan, perluasan jejaring, serta dukungan konkret lintas daerah agar tetap optimistis mengembangkan usaha.

Semangat tersebut menjadi dasar penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara HIPMI Jawa Timur dan HIPMI Jakarta Raya (HIPMI Jaya). Kerja sama ini mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari perindustrian dan perdagangan, sinergitas BUMN dan BUMDes, pariwisata, ekonomi kreatif dan infokom, UMKM, koperasi dan kewirausahaan, hingga infrastruktur tata ruang, properti, perhubungan, serta investasi dan kerja sama antardaerah.

Ketua Umum BPD HIPMI Jakarta Raya M. Riandy Haroen menyatakan kolaborasi antardaerah menjadi jawaban untuk menciptakan kepastian dan memperkuat daya tahan pengusaha muda di tengah kondisi global yang fluktuatif.

“Pengusaha muda hari ini tidak hanya butuh semangat, tetapi juga kepastian ekosistem dan ruang kolaborasi. Dengan sinergi Jakarta dan Jawa Timur, kami semakin optimistis menghadapi tantangan global,” kata Riandy dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.

Riandy juga menilai dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi fondasi penting dalam membangun rasa percaya diri pelaku usaha muda, terutama untuk ekspansi bisnis dan penguatan investasi.

MoU tersebut berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama. Adapun pelaksanaan teknis kerja sama akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama tersendiri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari nota kesepahaman.

Dengan Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional dan Jawa Timur sebagai salah satu motor industri dan perdagangan terbesar di Indonesia, sinergi ini diharapkan melahirkan program konkret, seperti business matching, penguatan rantai pasok, kolaborasi sektor strategis, serta perluasan akses pasar antarprovinsi.

Riandy menegaskan, di tengah ketidakpastian global, kerja sama ini menjadi pesan optimisme bahwa pengusaha muda memilih bersinergi, bukan berjalan sendiri.