BERITA TERKINI
HIPMI Jatim dan HIPMI Jaya Teken MoU Perkuat Kolaborasi Hadapi Tekanan Ekonomi Global

HIPMI Jatim dan HIPMI Jaya Teken MoU Perkuat Kolaborasi Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur dan HIPMI Jakarta Raya (HIPMI Jaya) menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis untuk memperkuat kolaborasi antardaerah di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian pasar.

Penandatanganan MoU berlangsung di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Senin (2/3/2026). Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf dan Ketua Umum BPD HIPMI Jakarta Raya M. Riandy Haroen.

Kerja sama ini mencakup sejumlah sektor, antara lain perindustrian dan perdagangan; sinergi BUMN dan BUMDes; pariwisata; ekonomi kreatif dan infokom; UMKM; koperasi dan kewirausahaan; serta infrastruktur, tata ruang, properti, perhubungan, investasi, dan kerja sama antarwilayah.

Riandy Haroen menyatakan kolaborasi antardaerah dinilai penting untuk menciptakan kepastian ekosistem usaha sekaligus memperkuat daya tahan pengusaha muda dalam menghadapi dinamika global. Ia menilai pengusaha muda membutuhkan ruang kolaborasi yang jelas selain semangat berusaha.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi fondasi untuk meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha muda, terutama dalam mendorong ekspansi bisnis dan penguatan investasi.

MoU tersebut berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Implementasi teknis kerja sama akan dituangkan dalam perjanjian lanjutan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari nota kesepahaman.

HIPMI menilai sinergi Jakarta dan Jawa Timur berpotensi melahirkan program konkret, seperti business matching, penguatan rantai pasok, kolaborasi sektor strategis, serta perluasan akses pasar antarprovinsi. Kerja sama ini juga diharapkan dapat menciptakan kepastian usaha bagi pengusaha muda di tengah ketidakpastian global, sekaligus memperkuat kontribusi sektor swasta terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.