BERITA TERKINI
IEA: Krisis Selat Hormuz Berpotensi Menggeser Arus Energi Global

IEA: Krisis Selat Hormuz Berpotensi Menggeser Arus Energi Global

TEHERAN — Perang di Timur Tengah dan krisis di Selat Hormuz berpotensi mengubah peta energi global. Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol menilai jalur minyak yang selama ini dianggap paling penting di dunia itu tidak lagi dipandang sebagai rute yang andal untuk pasokan minyak dan gas.

Dalam keterangannya kepada harian Turki Dünya, Birol mengatakan perang Iran dan penutupan de facto Selat Hormuz telah memperlihatkan kepada dunia bahwa jalur tersebut kehilangan statusnya sebagai rute ekspor energi yang dapat diandalkan. Kondisi ini, menurutnya, dapat memicu pergeseran besar dalam arus energi global.

Birol menambahkan, sekalipun Selat Hormuz dibuka kembali, pemulihan tidak akan berlangsung cepat. “Bahkan jika Selat Hormuz dibuka besok, kembali ke kondisi sebelum perang akan membutuhkan waktu yang signifikan, proses pemulihan, dan investasi dalam jumlah besar,” kata Birol.

IEA memperkirakan pemulihan produksi ke tingkat sebelum perang dapat memakan waktu hingga dua tahun, meski durasinya akan berbeda-beda di setiap negara. Dalam penjelasannya kepada surat kabar Swiss Neue Zürcher Zeitung, Birol mencontohkan Irak diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan Arab Saudi untuk mengembalikan produksi ke level sebelumnya.

Birol menilai situasi ini akan menjadi masa yang berat bagi negara-negara pengimpor energi. “Ini akan menjadi periode yang sangat sulit bagi negara-negara pengimpor energi. Tidak ada solusi ajaib yang dapat langsung menormalkan pasar,” ujarnya.

Ia juga menyebut era ketergantungan ekonomi global pada satu jalur pelayaran utama mulai berakhir. Menurut Birol, bahkan jika kondisi kembali normal, harga tinggi dan volatilitas pasar diperkirakan tetap bertahan dalam waktu lama.