Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka menguat di tengah perhatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global, seiring ketidakpastian perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG dibuka naik 24,22 poin atau 0,34 persen ke posisi 7.096,61. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan menguat 2,56 poin atau 0,38 persen ke posisi 684,88.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai masih terdapat potensi konsolidasi lanjutan. Ia memperkirakan pergerakan indeks berpeluang mendekati penutupan gap di area 7.022 hingga 7.000–6.917. Menurutnya, sikap wait and see lebih disarankan sembari menunggu pasar stabil.
Dari luar negeri, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 28–29 April 2026, yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuan. Selain itu, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) pada pekan ini. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) telah mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75 persen.
Liza menyebut pasar melihat kecenderungan hawkish bias, meski sebagian besar bank sentral dinilai masih berpeluang menahan suku bunga sambil menunggu kejelasan dampak perang terhadap inflasi.
Di sisi geopolitik, laporan sebelumnya menyebut Iran mengajukan proposal baru untuk mengakhiri konflik dua bulan dengan AS dan Israel, sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang sempat dipertimbangkan sebagai jalur de-eskalasi. Namun, Wall Street Journal dan Reuters mengungkap Presiden AS Donald Trump dan timnya bersikap skeptis karena proposal tersebut menunda pembahasan program nuklir, yang disebut sebagai inti konflik sejak awal.
Kekecewaan tersebut berujung pada pembatalan pengiriman negosiator AS ke Pakistan, sekaligus meredam harapan pasar terhadap resolusi cepat. Trump juga menyebut Iran dalam kondisi “collapse” dan mendesak pembukaan Selat Hormuz di tengah ketidakpastian internal Teheran.
Di sisi lain, blokade laut AS mulai menekan ekspor energi Iran, sehingga meningkatkan risiko penurunan produksi dan kelangkaan bahan bakar domestik. Liza menilai, dengan jalur diplomasi kembali buntu dan gangguan pasokan energi berlanjut, pasar semakin memperhitungkan skenario suku bunga tinggi bertahan lebih lama seiring risiko inflasi yang kembali meningkat.
Dari dalam negeri, pemerintah berencana memangkas distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari lima menjadi empat hari per pekan sebagai bagian dari refocusing anggaran. Kebijakan ini disebut berpotensi menghemat sekitar Rp1 triliun per hari atau lebih dari Rp50 triliun per tahun.
Selain itu, Indonesia dan China dijadwalkan meluncurkan sistem pembayaran QR lintas negara pada 30 April 2026. Sistem ini memungkinkan pengguna QRIS, Alipay, dan WeChat Pay bertransaksi langsung tanpa konversi tunai atau aplikasi tambahan.
Di pasar global, bursa saham Eropa pada Selasa (28/04) mayoritas melemah. Euro Stoxx 50 turun 0,46 persen, indeks FTSE 100 Inggris naik 0,11 persen, indeks DAX Jerman turun 0,27 persen, dan indeks CAC 40 Prancis turun 0,46 persen.
Wall Street juga kompak melemah pada Selasa (28/04). Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,05 persen ke 49.141,93, indeks S&P 500 turun 0,49 persen ke 7.138,80, dan indeks Nasdaq Composite turun 0,90 persen ke 24.663,80.
Sementara itu, bursa saham regional Asia pada Rabu pagi bergerak bervariasi. Indeks Nikkei turun 619,90 poin atau 1,02 persen ke 59.917,46, indeks Shanghai naik 8,94 poin atau 0,22 persen ke 4.087,58, indeks Hang Seng naik 333,32 poin atau 1,30 persen ke 26.013,00, dan indeks Strait Times turun 29,71 poin atau 0,61 persen ke 4.857,98.