Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (22/1/2026) sore, seiring aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan pelaku pasar di akhir sesi. IHSG turun 18,15 poin atau 0,20 persen ke level 8.992,17.
Di saat yang sama, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru menguat 3,69 poin atau 0,42 persen ke posisi 875,10.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyampaikan, mayoritas bursa Asia ditutup menguat seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Pasar, menurutnya, merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan tidak akan memberlakukan tarif 10 persen terhadap Eropa pada 1 Februari 2026 serta tidak akan menggunakan kekerasan untuk menguasai Greenland.
Dari global, Trump juga menyatakan telah mencapai kesepakatan kerangka kerja terkait Greenland. Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan kesiapan negaranya untuk membuka pembicaraan dengan AS, termasuk terkait sistem pertahanan rudal Golden Dome.
Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen serta komitmen untuk terus melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas rupiah dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar. Meski demikian, pelaku pasar juga bersikap hati-hati dan menantikan rilis data uang beredar dalam arti luas (M2) periode Desember 2025 yang dijadwalkan diumumkan pada Jumat (23/1).
Secara intraday, IHSG sempat dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Namun memasuki sesi kedua, indeks berbalik melemah hingga akhir perdagangan.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, empat sektor tercatat menguat. Sektor barang konsumen primer memimpin kenaikan sebesar 1,54 persen, diikuti sektor infrastruktur 1,44 persen dan sektor properti 1,00 persen.
Adapun tujuh sektor melemah. Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam sebesar 1,24 persen, disusul sektor industri 1,08 persen dan sektor energi 0,96 persen.
Sejumlah saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain LAJU, LPKR, DAAZ, GOLF, dan MPPA. Sementara saham yang mengalami penurunan terdalam di antaranya HDIT, ESIP, PTRO, BULL, dan BUMI.
Dari sisi aktivitas perdagangan, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 4.090.539 kali dengan volume perdagangan mencapai 72,15 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp37,95 triliun. Sebanyak 345 saham menguat, 331 saham melemah, dan 128 saham stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham regional ditutup menguat. Indeks Nikkei melonjak 914,29 poin atau 1,73 persen ke level 53.688,89. Indeks Shanghai naik 5,64 poin atau 0,14 persen ke 4.122,58, indeks Hang Seng menguat 44,90 poin atau 0,17 persen ke 26.629,96, dan indeks Strait Times naik 18,43 poin atau 0,38 persen ke 4.828,31.

