International Monetary Fund (IMF) menyatakan tengah memantau perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah serta dampaknya terhadap perekonomian global. Lembaga tersebut menilai, hingga saat ini masih terlalu dini untuk mengukur secara pasti besaran dampak konflik terhadap ekonomi dunia.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (4/3), IMF menyebut telah melihat sejumlah gejala yang muncul seiring memanasnya situasi. “Sejauh ini, kami telah mengamati gangguan pada perdagangan dan aktivitas ekonomi, lonjakan harga energi, dan volatilitas di pasar keuangan,” kata IMF.
IMF menilai kondisi yang dinamis ini menambah ketidakpastian yang sebelumnya sudah membayangi perekonomian global. Meski demikian, lembaga itu menegaskan penilaian dampak ekonomi yang lebih pasti—baik untuk kawasan Timur Tengah maupun ekonomi global secara keseluruhan—masih belum dapat dilakukan saat ini.
Menurut IMF, besarnya dampak akan sangat bergantung pada skala dan durasi konflik. Jika konflik berlangsung berkepanjangan atau meluas, IMF menilai risiko terhadap stabilitas ekonomi global berpotensi meningkat.
IMF menyatakan akan menyampaikan penilaian yang lebih komprehensif mengenai implikasi ekonomi dari perkembangan ini dalam laporan World Economic Outlook edisi April mendatang. “Kami akan memberikan penilaian komprehensif dalam Prospek Ekonomi Dunia April kami,” ujar IMF.

