Pemerintah India menyiapkan langkah besar di bidang pengintaian berbasis antariksa setelah evaluasi terhadap konflik perbatasan dalam “Operasi Sindoor” menyoroti lemahnya koordinasi intelijen dan deteksi dini. Kritik menguat menyusul laporan kerugian aset udara yang signifikan, termasuk kabar jatuhnya jet tempur Rafale, yang dinilai terkait dengan keterbatasan kemampuan pemantauan di wilayah perbatasan.
Mengutip laporan The Telegraph India (21/1/2026), Indian Space Research Organisation (ISRO) berencana meluncurkan lebih dari 50 satelit mata-mata dalam lima tahun ke depan. Proyek ini ditujukan untuk membangun lapisan pengawasan “mata di langit” yang dapat memantau pergerakan lawan secara real-time di sepanjang perbatasan yang dinilai rawan.
Operasi Sindoor disebut meninggalkan dampak besar bagi Angkatan Udara India (IAF). Minimnya integrasi antara data intelijen dari darat dan pemantauan udara membuat pasukan India disebut kerap kehilangan gambaran taktis terhadap pergerakan militer Pakistan. Dalam situasi tersebut, sistem pertahanan udara dan pesawat tempur garis depan juga dikritik karena dinilai tidak efektif mendeteksi ancaman di medan pegunungan yang kompleks.
Sejumlah analis militer menilai dukungan satelit menjadi faktor penting, karena kemampuan jet tempur yang canggih tetap berisiko jika tidak ditopang data posisi lawan yang akurat dan tepat waktu.
Rencana peluncuran satelit ini diklaim bertujuan menggeser doktrin intelijen India dari defensif menjadi lebih proaktif. Konstelasi satelit akan ditempatkan pada berbagai orbit untuk meminimalkan “celah waktu” dalam pengawasan, dengan target pemantauan berkelanjutan selama 24 jam di area perbatasan.
Dalam laporan tersebut, satelit-satelit itu disebut akan dibekali sensor pencitraan beresolusi tinggi dan kecerdasan buatan untuk mendeteksi perubahan di permukaan, termasuk indikasi pembangunan bunker atau pergerakan baterai rudal yang tersembunyi. Selain fungsi pengintaian, jaringan satelit juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi aman antarunit tempur, menyusul kendala sabotase sinyal atau jamming yang disebut sempat menjadi masalah dalam Operasi Sindoor.
Ketua ISRO menyatakan langkah ini tidak semata soal teknologi, melainkan juga menyangkut kedaulatan nasional. Dengan kemandirian data satelit, India berharap dapat mengurangi ketergantungan pada informasi pihak ketiga yang dinilai sering terlambat.
Kebijakan ini juga dipandang sebagai upaya New Delhi memulihkan kepercayaan publik dan moral militer setelah penilaian kinerja yang dianggap mengecewakan di perbatasan. Pemerintah India menilai penguasaan informasi berbasis ruang angkasa menjadi unsur penting dalam perang modern, terutama untuk mendukung keputusan dan operasi di lapangan.

