Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang dinilai relatif aman untuk menjadi tempat mengungsi apabila Perang Dunia III benar-benar terjadi. Isu ini mengemuka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait konflik antara Israel dan Iran.
Kekhawatiran global turut meningkat setelah dilaporkan adanya keterlibatan operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran. Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran soal potensi meluasnya konflik serta dampaknya terhadap warga sipil.
Dalam laporan yang dikutip dari Daily Mail dan The Economic Times, sejumlah negara disebut memiliki tingkat keamanan relatif lebih tinggi untuk dijadikan tempat perlindungan sementara apabila konflik global meluas. Salah satu negara yang masuk dalam daftar tersebut adalah Indonesia.
Selain Indonesia, daftar itu juga mencantumkan sejumlah negara lain. Dua di antaranya adalah Fiji dan Tuvalu.
Fiji dinilai aman karena lokasinya yang terpencil di Samudra Pasifik dan jauh dari pusat konflik geopolitik. Negara kepulauan ini disebut memiliki angkatan darat yang sangat kecil, sekitar 6.000 personel. Perekonomiannya bertumpu pada sektor kehutanan dan perikanan. Di sisi lain, Fiji juga telah lama mengandalkan pariwisata sebagai sumber pemasukan utama, yang membuat infrastruktur dasarnya dinilai cukup mendukung bagi pendatang.
Tuvalu juga disebut masuk dalam daftar negara yang dianggap aman, meski rincian penilaiannya tidak dijabarkan lebih lanjut dalam materi yang tersedia.

