Pemerintah Inggris meningkatkan strategi cadangan untuk mengantisipasi dampak ekonomi dari konflik Iran, di tengah kekhawatiran bahwa penutupan Selat Hormuz—jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia—dapat mengganggu pasokan energi global.
Sekretaris Utama Perdana Menteri Inggris, Darren Jones, mengatakan pemerintah sedang memperkuat langkah-langkah perlindungan guna meminimalkan dampak terhadap perekonomian dan keamanan dalam negeri. Ia menyampaikan pernyataan itu pada Minggu, 26 April 2026.
Meski demikian, para menteri menegaskan bahwa saat ini tidak ada kekurangan bahan bakar. Pemerintah meminta masyarakat tetap membeli secara normal. Di saat yang sama, jajaran menteri terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas rantai pasokan melalui rapat dua kali dalam sepekan.
Jones memperingatkan tekanan harga masih mungkin terjadi. Menurutnya, warga Inggris berpotensi menghadapi biaya yang lebih tinggi untuk energi, makanan, dan penerbangan. Ia juga menyebut bahwa dampak ekonomi dapat bertahan selama beberapa bulan, bahkan setelah konflik berakhir.
Jones menambahkan, perkiraan yang ia sampaikan menunjukkan dampak ekonomi bisa terasa luas dalam sistem hingga sekitar delapan bulan setelah titik resolusi konflik. Ia menilai konsekuensi tersebut akan berpengaruh pada kenaikan harga di sejumlah sektor.
Di sisi lain, laporan BBC menyebut gangguan produksi energi dan transportasi akibat konflik telah mendorong kenaikan biaya secara global. Para pejabat juga dikabarkan menyiapkan skenario terburuk, termasuk potensi kekurangan pangan jika situasi memburuk.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan memimpin rapat kabinet pada pekan ini untuk mengoordinasikan respons para menteri. Pemerintah Inggris juga menyatakan bekerja sama dengan mitra internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menstabilkan pasar.
Sejumlah langkah mitigasi disebut telah dipersiapkan, termasuk dukungan untuk biaya bahan bakar dan energi, upaya mengamankan pasokan CO2 bagi industri makanan, serta koordinasi dengan mitra global terkait cadangan minyak darurat.