Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan Presiden Prabowo Subianto berupaya menjalankan peran politik luar negeri bebas aktif untuk menjadi penengah dalam konflik di kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut, menurut Kapolri, sejalan dengan posisi Indonesia sebagai bagian dari negara non-blok yang mendorong perdamaian, termasuk mendukung Palestina menjadi negara berdaulat.
Pernyataan itu disampaikan Listyo dalam kegiatan Silaturahmi Ramadhan di Bandung, Rabu. Ia mengatakan Presiden berusaha mengambil peran dalam merespons konflik yang terus terjadi di kawasan tersebut.
Kapolri menilai eskalasi konflik tidak hanya terjadi di sekitar Gaza, tetapi meluas dan berdampak ke sejumlah wilayah lain di Timur Tengah. Perkembangan itu, kata dia, memicu eskalasi yang semakin besar dan berimplikasi pada situasi global maupun domestik.
“Kita sedang menghadapi situasi yang tidak baik-baik saja. Eskalasi global berdampak terhadap sendi-sendi kehidupan, baik di tingkat global, regional, maupun dalam negeri,” ujar Listyo.
Menurut Kapolri, pasca-aksi saling serang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, harga minyak dunia mengalami kenaikan. Ia juga menyebut jalur distribusi minyak yang melewati Selat Hormuz turut terdampak, sehingga memicu guncangan di berbagai negara, termasuk negara yang bergantung pada impor energi.
“Perdagangan minyak yang melewati Selat Hormuz terdampak, sehingga ini juga mengakibatkan guncangan, termasuk bagi negara-negara yang mengandalkan impor minyak,” kata dia.
Listyo menegaskan pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi agar konflik tidak semakin meluas dan dapat segera berakhir. Ia menambahkan Presiden secara intensif berdiskusi dengan sejumlah negara di kawasan Asia dan Timur Tengah untuk mencari solusi agar eskalasi global yang memanas dapat segera terkendali.
“Kita semua tentunya menginginkan permasalahan global ini segera selesai. Pemerintah berupaya agar eskalasi yang terjadi tidak semakin memburuk dan tidak mengganggu tujuan nasional,” ujar Kapolri.

