BERITA TERKINI
KBRI Ottawa: Asia Tenggara Menjadi Episentrum Pertumbuhan Global dan Mitra Strategis Kanada

KBRI Ottawa: Asia Tenggara Menjadi Episentrum Pertumbuhan Global dan Mitra Strategis Kanada

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa menyatakan Asia Tenggara merupakan episentrum pertumbuhan global sekaligus mitra strategis penting bagi Kanada, seiring meningkatnya peran kawasan tersebut dalam ekonomi dan geopolitik dunia.

Pernyataan itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, sebagaimana dikutip dalam pernyataan pers KBRI Ottawa pada Kamis (8/1/2026). Menurutnya, Asia Tenggara tidak hanya relatif stabil, tetapi juga menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi global.

Isu tersebut mengemuka dalam dialog eksklusif antara para duta besar dan kepala perwakilan negara-negara ASEAN di Ottawa dengan pimpinan redaksi Diplomat Magazine Canada. Dialog berlangsung di KBRI Ottawa pada Selasa (6/1/2026).

Pertemuan itu dihadiri perwakilan Indonesia, Filipina, Myanmar, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, serta Kuasa Usaha ad interim Thailand. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komisi Tinggi Malaysia dan difasilitasi KBRI Ottawa, dengan tujuan menyampaikan narasi kolektif ASEAN kepada publik Kanada serta mendorong kerja sama yang lebih konkret.

Dalam dialog tersebut, Muhsin menilai ASEAN menawarkan kemitraan yang setara dan saling menguntungkan bagi Kanada. Ia menyebutkan, ASEAN memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan sebesar 3,8 triliun dolar AS dan merupakan ekonomi terbesar kelima dunia.

Selain membahas ekonomi dan perdagangan, diskusi juga menyoroti sentralitas ASEAN dalam geopolitik, stabilitas kawasan, serta penguatan hubungan antar masyarakat. Para kepala perwakilan menekankan posisi Asia Tenggara sebagai kawasan strategis di jantung Indo-Pasifik, di mana stabilitas dan konektivitas dinilai berpengaruh langsung pada perdagangan internasional dan keamanan maritim.

Para diplomat juga menilai arsitektur kerja sama kawasan ASEAN berperan dalam menjaga ketahanan rantai pasok global di tengah ketidakpastian geopolitik. Mereka turut menegaskan sentralitas ASEAN sebagai jangkar diplomasi kawasan yang mendorong dialog inklusif, membangun kepercayaan, dan mengedepankan penyelesaian damai berbasis konsensus.

Dalam konteks hubungan bilateral, Muhsin menyoroti pentingnya Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement serta nota kesepahaman antara KADIN dan Business Council of Canada. Kesepakatan itu ditandatangani pada 24 September 2025 di sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ottawa.

Ia berharap komunitas bisnis kedua negara dapat menerjemahkan kesepakatan tersebut menjadi kerja sama konkret yang berdampak positif.