BERITA TERKINI
Ketegangan Iran-AS Meningkat, Ini Negara yang Dinilai Relatif Aman dari Dampak Perang Global

Ketegangan Iran-AS Meningkat, Ini Negara yang Dinilai Relatif Aman dari Dampak Perang Global

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan semakin meningkat. Konflik ini disebut bermula dari negosiasi nuklir di Jenewa pada akhir Februari 2026, yang kemudian diikuti tuduhan dari AS bahwa Iran menyembunyikan uranium yang telah diperkaya di fasilitas bawah tanah.

Situasi kian memanas setelah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan pada 1 Maret 2026. Iran menilai insiden tersebut sebagai deklarasi perang terbuka, sehingga eskalasi ketegangan meningkat drastis.

Di tengah kekhawatiran terhadap dampak konflik yang lebih luas, sejumlah negara dinilai relatif aman berdasarkan data Global Peace Index. Penilaian itu dikaitkan dengan beberapa faktor, seperti isolasi geografis, netralitas politik, serta kemandirian sumber daya.

Dari daftar yang disebut dalam laporan tersebut, dua negara yang disorot adalah Islandia dan Selandia Baru.

Islandia dinilai memiliki tingkat keamanan tinggi karena letaknya yang terpencil di Atlantik Utara dan tidak memiliki militer tetap. Kondisi itu membuat Islandia dianggap bukan target strategis bagi kekuatan besar. Negara ini juga disebut menempati peringkat teratas dalam Global Peace Index.

Selandia Baru juga kerap dianggap relatif aman karena posisinya yang jauh dari pusat konflik di belahan bumi utara. Dalam berbagai pembahasan terkait risiko perang besar, negara ini sering disebut sebagai salah satu tempat yang lebih aman untuk bertahan dari dampak perang nuklir.