BERITA TERKINI
Ketua Parlemen Iran Soroti Dugaan Pembatasan Penjualan Aset AS di Tengah Ketegangan

Ketua Parlemen Iran Soroti Dugaan Pembatasan Penjualan Aset AS di Tengah Ketegangan

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyoroti meningkatnya tekanan di pasar keuangan global di tengah konflik yang berlangsung dengan Amerika Serikat. Ia menilai terdapat mekanisme keuangan yang dapat membatasi kemampuan pihak tertentu untuk melepas aset-aset Amerika di pasar internasional.

Dalam unggahan di platform X pada 25 April 2026, Ghalibaf menyebut instrumen seperti pertukaran mata uang digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Namun, menurutnya, mekanisme tersebut juga dapat berfungsi sebagai pembatas tidak langsung terhadap penjualan aset AS dalam skala besar.

Ghalibaf juga menyatakan bahwa sejumlah investor besar diduga menghadapi batasan tidak tertulis terkait volume penjualan aset. Ia menyinggung adanya pembatasan tersembunyi dalam skala persentase kecil yang dinilai dapat menghambat proses divestasi dalam jumlah besar.

Ia memperingatkan bahwa pembatasan semacam itu dapat menjadi lebih ketat apabila ketegangan geopolitik meningkat. Menurutnya, akses pasar berpotensi semakin terbatas jika situasi memburuk, sehingga pelaku pasar diminta mempertimbangkan langkah antisipatif sebelum kondisi berubah.

Ghalibaf menilai Amerika Serikat saat ini memprioritaskan stabilitas pasar obligasinya. Ia menyebut fokus utama Washington berada pada pengendalian kurva imbal hasil guna mencegah lonjakan tajam yang bisa dipicu aksi jual besar-besaran.

Di sisi lain, laporan menyebut pemerintah AS tengah mempertimbangkan perluasan skema pertukaran mata uang untuk mendukung sejumlah negara sekutu yang terdampak ketegangan ekonomi akibat konflik dengan Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dikabarkan mendukung perluasan mekanisme tersebut ke beberapa negara, termasuk Uni Emirat Arab.

Tujuan perluasan skema itu disebut untuk menjaga likuiditas dolar serta mencegah aksi penjualan mendadak aset AS oleh investor asing.