Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim akan terjadi pemadaman listrik selama kurang lebih tujuh hari serta matinya akses internet akibat krisis global yang dipicu perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Unggahan itu juga mencatut nama Komdigi.
Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut dinyatakan tidak benar. Rujukan pemeriksaan fakta mengarah pada sebuah video di akun Instagram @wakandatalks yang membahas isu potensi kondisi darurat selama tujuh hari.
Isu itu disebut ramai diperbincangkan setelah adanya pernyataan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun yang menyampaikan kemungkinan skenario terburuk, yakni listrik dan internet dapat padam total. Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan memanasnya hubungan AS dan Iran.
Dharma menyampaikan bahwa kondisi darurat dapat terjadi secara tiba-tiba dan masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri, tanpa mengaitkannya dengan konflik AS dan Iran.

