Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran menjadi sumber tekanan baru bagi bank sentral di berbagai negara. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan otoritas moneter global karena berpotensi menambah ketidakpastian dalam perekonomian.
Di tengah dinamika tersebut, bank sentral disebut tengah mencermati perkembangan konflik yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan arah kebijakan moneter. Ketegangan geopolitik semacam ini kerap menjadi faktor eksternal yang turut diperhitungkan dalam menjaga inflasi, nilai tukar, serta stabilitas sistem keuangan.
Dengan meningkatnya ketidakpastian, perhatian bank sentral dunia kini tertuju pada bagaimana eskalasi konflik dapat berdampak lebih luas terhadap kondisi ekonomi global.

