Konflik yang berkepanjangan di Iran disebut berdampak pada meningkatnya biaya operasi kemanusiaan di berbagai wilayah. Situasi ini membuat penyelenggaraan bantuan—mulai dari penyaluran logistik hingga dukungan layanan di lapangan—menjadi semakin mahal.
Kenaikan biaya tersebut menambah tantangan bagi organisasi kemanusiaan dalam menjaga keberlanjutan program, terutama ketika kebutuhan bantuan terus berjalan sementara kondisi keamanan dan akses di lapangan dapat berubah.
Perkembangan ini menjadi perhatian dalam konteks operasi kemanusiaan global, mengingat konflik yang berlarut-larut kerap memicu kebutuhan bantuan jangka panjang sekaligus meningkatkan kompleksitas pengiriman dan pelaksanaan program.