BERITA TERKINI
Malaysia Perkirakan Kode Etik Laut China Selatan Rampung pada 2026

Malaysia Perkirakan Kode Etik Laut China Selatan Rampung pada 2026

Kuala Lumpur — Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan memperkirakan perundingan Kode Etik (Code of Conduct/CoC) terkait Laut China Selatan dapat diselesaikan pada tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasan dalam sesi tanya jawab menteri dengan anggota dewan Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis. Ia mengatakan proses finalisasi diharapkan bisa dipercepat karena sebagian besar isu penting dalam perundingan telah dibahas dan disepakati.

Hasan menilai isu Laut China Selatan merupakan persoalan yang kompleks dan sensitif sehingga perlu ditangani secara hati-hati, teliti, dan menyeluruh. Ia menegaskan setiap langkah yang diambil pemerintah Malaysia didasarkan pada pertimbangan komprehensif tanpa mengesampingkan kedaulatan, hak kedaulatan, dan kepentingan nasional.

Ia mengingatkan bahwa Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) atau Deklarasi Tata Laku Para Pihak Berkepentingan di Laut China Selatan telah ditandatangani pada 4 November 2002 dan menjadi pedoman bagi negara-negara anggota ASEAN dalam mengelola kawasan tersebut.

Menurut Hasan, sebagai kelanjutan untuk menjaga perdamaian di perairan kawasan, negara-negara anggota ASEAN dan China saat ini merundingkan CoC. Ia menjelaskan salah satu pilar utama dalam DOC maupun CoC adalah prinsip serta tujuan tata laku saat berada di Laut China Selatan, termasuk langkah-langkah membangun kepercayaan (confidence-building measures).

Langkah-langkah itu, kata Hasan, ditujukan untuk memastikan semua pihak, termasuk komunitas internasional, yakin bahwa Laut China Selatan merupakan kawasan yang aman, bebas, dan terbuka untuk pelayaran. DOC dan CoC juga memuat prinsip self-restraint, yakni keharusan menahan diri dari tindakan yang dapat memicu ketegangan di kawasan.

Hasan menyampaikan Malaysia kini memegang peran sebagai Negara Koordinator Hubungan Dialog ASEAN-China untuk periode tiga tahun, dari Agustus 2024 hingga Juli 2027. Dalam kapasitas itu, Malaysia menjadi ketua bersama dengan China dalam pembahasan pelaksanaan DOC dan perundingan draf CoC.

Ia mengatakan Malaysia tengah menjalankan berbagai upaya dan langkah proaktif untuk mempercepat perundingan guna memfinalisasi CoC yang efektif dan substantif.

Namun Hasan menegaskan CoC bukan instrumen untuk menyelesaikan isu tumpang tindih wilayah. Menurutnya, persoalan tumpang tindih wilayah harus diselesaikan melalui pendekatan bilateral atau multilateral.

Ia menambahkan CoC merupakan kerangka kerja yang menetapkan Laut China Selatan harus tetap menjadi laut yang bebas dan terbuka bagi semua pihak, berfungsi sebagai jalur perdagangan, serta aman digunakan.