BERITA TERKINI
Maybank Paparkan Empat Skenario Dampak Konflik AS-Iran terhadap Ekonomi Indonesia

Maybank Paparkan Empat Skenario Dampak Konflik AS-Iran terhadap Ekonomi Indonesia

Maybank Indonesia Economic Research & Industry Analyst merilis analisis terbaru mengenai potensi dampak blokade Selat Hormuz terhadap perekonomian Indonesia di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Maybank, gangguan di Selat Hormuz berisiko menghambat sekitar 26% perdagangan minyak mentah dunia dan 20% perdagangan LNG global yang melintasi jalur tersebut. Kondisi itu dinilai dapat memicu lonjakan harga energi.

Maybank menilai Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak, berpotensi menghadapi tekanan fiskal dan makroekonomi yang berarti. Tekanan tersebut turut terkait dengan alokasi subsidi energi yang tercatat sebesar Rp210,06 triliun pada 2026.

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyampaikan bahwa dengan asumsi pertumbuhan global stagnan di kisaran 3,3% serta prospek pertumbuhan ekonomi China sebesar 4,8%—sebagai importir bersih minyak terbesar di dunia—pemerintah Indonesia dihadapkan pada pilihan kebijakan yang tidak mudah.

“Pemerintah Indonesia dihadapkan pada trade-off klasik: menjaga daya beli melalui subsidi atau mematuhi batas defisit fiskal 3% sesuai amanat undang-undang,” kata Myrdal dalam keterangan yang diterima Bloomberg Technoz, Rabu (4/3/2026).

Dalam analisis tersebut, Maybank juga memaparkan empat skenario perhitungan dampak krisis terhadap fundamental ekonomi Indonesia, yang ditentukan oleh lamanya blokade berlangsung.