BERITA TERKINI
Menekraf Dorong Hilirisasi Produk Kreatif Lokal untuk Redam Dampak Konflik Global

Menekraf Dorong Hilirisasi Produk Kreatif Lokal untuk Redam Dampak Konflik Global

Jakarta — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemerintah akan meningkatkan hilirisasi produk kreatif lokal guna memperkuat industri kreatif Indonesia di tengah situasi global yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja.

Pernyataan itu disampaikan Riefky dalam acara Laporan Pencapaian Pelatihan Digitalisasi Emak-Emak Matic dan Genmatic di Jakarta, Rabu. Ia menekankan pentingnya memperkuat posisi industri kreatif agar dapat menjadi “tuan rumah di negeri sendiri” dengan menggantikan produk impor melalui penguatan produk lokal.

“Hilirisasi tidak hanya hilirisasi tambang, tapi hilirisasi fashion, hilirisasi kuliner, hilirisasi dari kerajinan dan seterusnya,” kata Riefky.

Menurutnya, perang geopolitik yang terjadi di Timur Tengah serta kawasan Eropa berpotensi berdampak pada perekonomian nasional dan berimbas pada kehidupan bermasyarakat. Di sektor ekonomi kreatif, subsektor seperti fesyen, kuliner, dan kriya disebut memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi ke negara-negara di kawasan tersebut, sehingga pemerintah perlu mengantisipasi dampaknya melalui kebijakan hilirisasi produk lokal.

Riefky menyampaikan, hilirisasi produk lokal diharapkan dapat meningkatkan produktivitas penjualan UMKM. Dengan begitu, penyerapan ekonomi dapat berputar kembali untuk masyarakat Indonesia.

Ia juga menilai penguatan UMKM dan industri kreatif memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sektor swasta termasuk perbankan, hingga akademisi serta asosiasi. Riefky berharap kolaborasi itu dapat membantu menjaga kondisi perekonomian, termasuk dalam menghadapi dampak konflik di Timur Tengah.

Selain hilirisasi, ia menekankan pentingnya menjaga pasar dalam negeri agar diisi oleh produk dan merek lokal, terutama dari tiga subsektor utama—fesyen, kuliner, dan kriya—serta subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Riefky menambahkan, sistem pemasaran yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia melalui platform digital, serta pelatihan literasi digital, dapat menjadi salah satu cara membangkitkan industri kreatif nasional sekaligus mengantisipasi efek kondisi geopolitik terhadap sektor tersebut.

Salah satu upaya yang disebutnya adalah pelatihan melalui program Emak-Emak Matic dan Genmatic yang berkolaborasi dengan platform belanja daring untuk menjangkau pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Di tengah potensi krisis, Riefky berharap industri kreatif dan UMKM dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional.