BERITA TERKINI
NATO Terbelah Imbas Ambisi Trump atas Greenland, Muncul Kekhawatiran Konflik AS vs Sekutu

NATO Terbelah Imbas Ambisi Trump atas Greenland, Muncul Kekhawatiran Konflik AS vs Sekutu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tetap bersikeras ingin mencaplok Greenland dari Kerajaan Denmark. Sikap ini mendapat penentangan keras dari Denmark maupun dari Greenland, dan memicu ketegangan di dalam NATO karena AS dan Denmark sama-sama anggota aliansi tersebut.

Sejumlah negara NATO di Eropa—di antaranya Prancis, Inggris, Jerman, Norwegia, Finlandia, Swedia, dan Belanda—dilaporkan menyatakan dukungan kepada Denmark dan Greenland. Negara-negara itu juga disebut telah mengerahkan tentara ke Greenland untuk latihan perang.

Situasi tersebut turut mendorong negara-negara Uni Eropa menggelar rapat darurat untuk membahas potensi eskalasi, termasuk kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III terkait nasib Greenland. Sejumlah pakar juga memperingatkan, langkah AS untuk menginvasi Greenland dapat memicu krisis besar yang berujung pada bubarnya NATO.

“Jika Amerika Serikat merebut Greenland tanpa persetujuan Denmark, gagasan NATO yang bersatu akan runtuh,” kata Mats Nilsson, analis senior di Dissident Club, kepada Russia Today.

Nilsson menilai tindakan tersebut tidak koheren secara hukum dan sarat muatan politik. Menurut dia, pendekatan semacam itu mungkin dianggap lazim pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, tetapi sejak pertengahan abad ke-20, kedaulatan teritorial tidak dapat dipisahkan dari kehendak rakyat yang tinggal di wilayah tersebut.

Di sisi lain, skenario ini juga menimbulkan persoalan terkait Pasal 5 NATO. Klausul itu menyatakan serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Namun, kasus Greenland dinilai rumit karena pihak yang mengancam dan pihak yang terancam sama-sama merupakan anggota NATO.

Jika AS tetap nekat menginvasi dan merebut Greenland dari Denmark, muncul kemungkinan konflik terbuka antara AS dan negara-negara NATO lainnya—yang berarti aliansi tanpa Amerika. NATO saat ini memiliki 32 anggota. Dalam skenario tersebut, AS berpotensi berhadapan dengan 31 negara anggota lainnya, yakni Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Portugal, Belgia, Belanda, Luksemburg, Denmark, Norwegia, Islandia, Yunani, Turki, Polandia, Ceko, Slovakia, Hungaria, Rumania, Bulgaria, Slovenia, Kroasia, Albania, Montenegro, Makedonia Utara, Estonia, Latvia, Lithuania, Finlandia, dan Swedia.

Dalam perbandingan kekuatan, data anggaran pertahanan yang dicantumkan menunjukkan AS memiliki anggaran sebesar USD916 miliar. Sementara itu, NATO tanpa Amerika tercatat memiliki anggaran pertahanan gabungan sebesar USD429,9 miliar.