Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, mengisyaratkan kemungkinan pengetatan keamanan di seluruh wilayah Sydney menyusul serangan teror di Pantai Bondi beberapa pekan lalu. Pemerintah disebut mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer, bersamaan dengan evaluasi kebijakan kontra-terorisme di wilayah tersebut.
Minns mengatakan warga perlu bersiap melihat lebih banyak polisi yang membawa senjata api laras panjang saat malam Tahun Baru dan seterusnya. Pernyataan itu disampaikan pada Ahad.
Isyarat pengetatan keamanan ini muncul sekitar dua minggu setelah serangan di Bondi, ketika dua penembak yang terinspirasi ISIS menewaskan 15 orang dalam perayaan Hanukkah. Pejabat menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan teroris terburuk di Australia.
Dalam insiden itu, penembakan disebut dilakukan oleh seorang ayah dan anak. Sang ayah tewas dalam baku tembak, sementara anaknya yang diidentifikasi sebagai Naveed Akram (24) didakwa dengan 59 tuduhan, termasuk pembunuhan dan terorisme.

