Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menilai risiko terjadinya stagflasi akibat konflik yang melibatkan Iran masih berada pada tingkat terbatas.
Penilaian tersebut menyoroti bahwa dampak konflik terhadap tekanan harga dan perlambatan ekonomi global belum dinilai meluas hingga memicu kondisi stagflasi.