Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengungkap adanya pertemuan para pemimpin dari 27 negara Uni Eropa di Brussel yang, menurutnya, membahas strategi militer dan mengarah pada persiapan menghadapi kemungkinan pecahnya Perang Dunia III.
Pernyataan itu disampaikan Orban saat unjuk rasa antiperang di Budapest pada Sabtu (17/1). Ia mengatakan pertemuan para pemimpin Uni Eropa tersebut tidak lagi berfokus pada kebijakan diplomatik, melainkan telah bergeser menjadi sesi perencanaan militer berskala besar.
Orban menilai Uni Eropa meninggalkan pendekatan diplomasi dan semakin condong pada persiapan konfrontasi militer. Ia memperingatkan bahwa blok tersebut bergerak menuju konflik langsung di tengah eskalasi situasi internasional.
Dalam pernyataannya, Orban juga mengaitkan situasi itu dengan ketegangan global yang masih berlangsung, termasuk konflik Ukraina di timur serta dinamika politik di barat yang disebutnya mencakup dorongan agresif Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencaplok Greenland.
“Saya duduk di sana bersama mereka, dan saya katakan dengan sangat tegas bahwa mereka akan pergi berperang,” ujar Orban, menggambarkan suasana rapat yang menurutnya telah berubah dari diskusi diplomatik menjadi pembahasan strategi militer tingkat tinggi.
Orban menyebut para pemimpin negara besar Eropa, seperti Prancis dan Jerman, tidak lagi mengangkat isu perdamaian dalam pertemuan tersebut. Ia mengatakan pembahasan justru mengarah pada mekanisme untuk mengalahkan Rusia secara menyeluruh, termasuk wacana memaksa Moskwa membayar reparasi perang.
Ia juga menyinggung kemungkinan penarikan kembali dana miliaran euro yang sebelumnya dialokasikan untuk mendukung Ukraina dalam konflik yang masih berlangsung. Menurut Orban, pertemuan 27 pemimpin itu kini menyerupai pembentukan “dewan perang” dengan fokus pada kemenangan dalam konflik berskala global.
“Bukan anak-anak yang duduk di sana,” kata Orban. Ia menilai alokasi anggaran dan sumber daya militer yang dilakukan merupakan langkah awal menuju Perang Dunia III.
Berbeda dari mayoritas negara Uni Eropa, Hungaria, menurut Orban, memilih mengambil jarak dari potensi keterlibatan dalam perang global. Ia menegaskan pemerintahannya tidak akan mengirim pasukan maupun dana ke garis depan konflik dan menolak kebijakan kolektif militer Uni Eropa.
“Jika Anda tidak punya uang, Anda tidak punya rencana besar,” ujar Orban, seraya menyebut keterbatasan ekonomi Hungaria sebagai alasan utama di balik sikap tersebut. Ia menambahkan, keterlibatan dalam perang dinilainya hanya akan membawa dampak ekonomi yang merusak bagi masa depan negaranya.

