BERITA TERKINI
Pakar Unpad: Anggota NATO Khawatir AS Kian Cenderung Bertindak Sepihak

Pakar Unpad: Anggota NATO Khawatir AS Kian Cenderung Bertindak Sepihak

Jakarta — Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) saat ini mengkhawatirkan potensi unilateralisme Amerika Serikat. Kekhawatiran itu, menurutnya, menguat setelah sejumlah langkah AS terkait Venezuela dan rencana aneksasi Greenland.

Rezasyah mengatakan situasi tersebut memunculkan kebingungan di kalangan negara-negara Uni Eropa. Ia menilai AS yang sebelumnya dipandang sebagai pelindung kini dinilai lebih memilih bergerak sendiri.

Menurut Rezasyah, sikap itu membuat negara-negara NATO takut terhadap kecenderungan AS bertindak tanpa mengindahkan hukum internasional dan tanpa mempertimbangkan pandangan Uni Eropa.

Dalam konteks rencana aneksasi Greenland, ia menilai AS tidak menghargai negara-negara Uni Eropa yang memiliki kedekatan dengan pulau tersebut, terutama Denmark, mengingat Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark.

Rezasyah juga menyebut ancaman tersebut, ditambah tindakan AS yang ia sebut semena-mena terhadap Venezuela dan Iran, dapat memicu ketakutan serta perpecahan di antara negara-negara Uni Eropa yang menjadi anggota NATO. Kondisi itu, menurutnya, terutama dirasakan oleh anggota baru NATO dan negara yang berniat bergabung, seperti Ukraina.

Ia menilai negara-negara yang memiliki kemampuan mandiri, seperti Swedia dan Finlandia, relatif lebih siap menghadapi dinamika tersebut. Namun, ia menyoroti negara anggota NATO yang lebih kecil, seperti North Macedonia dan Montenegro, yang disebutnya lebih rentan merasa tertekan.

Rezasyah menambahkan, apabila Greenland benar-benar dikuasai AS, tidak menutup kemungkinan langkah serupa dapat terjadi terhadap wilayah lain, sementara negara-negara Eropa dinilainya memiliki keterbatasan dalam menghadapi tekanan dari negara besar.

Ia juga menyebut kekhawatiran terhadap AS membuat sebagian negara NATO mulai memandang Rusia tidak seburuk yang selama ini digambarkan oleh AS. Dalam pandangannya, negara-negara NATO kini melihat AS memiliki ambisi besar untuk menguasai Greenland secara militer.