Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan pemerintah terus mengkaji peluang investasi baru di tengah eskalasi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Menurut Rosan, dinamika global tidak hanya membawa risiko, tetapi juga dapat membuka kesempatan bagi Indonesia.
Rosan menyampaikan pemerintah melihat setiap perkembangan internasional dari berbagai sudut pandang, termasuk kemungkinan munculnya peluang di bidang investasi dan perdagangan. Ia menegaskan, pengkajian dilakukan dengan mempertimbangkan dampak secara menyeluruh.
Ia juga menyebut pemerintah secara konsisten mengevaluasi situasi global dari berbagai aspek, mulai dari investasi, ketahanan ekonomi, hingga stabilitas sektor lainnya. Koordinasi lintas kementerian dilakukan secara intensif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Menurut Rosan, investasi memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional sehingga penguatan iklim usaha menjadi prioritas. Pemerintah, kata dia, juga menjaga disiplin fiskal, mendorong ekspor, serta memastikan proyek-proyek strategis tetap berjalan.
Terkait langkah antisipasi, Rosan menyatakan pembahasan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian teknis dan lembaga terkait. Pemerintah memastikan berbagai skenario dampak, baik jangka pendek maupun menengah, diperhitungkan secara matang.
Pernyataan Rosan disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, di sela agenda rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Rapat tersebut membahas sejumlah isu, antara lain terkait pangan, energi, serta agenda selama bulan Ramadhan hingga Lebaran.
Sejumlah menteri yang hadir hingga pukul 16.00 WIB antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Beberapa menteri menyebut akan menyampaikan laporan sesuai bidang kerja masing-masing.

