BERITA TERKINI
Perdagangan Internasional Hadapi Gejolak Global, Penjaminan dan Asuransi Dinilai Krusial untuk Mitigasi Risiko

Perdagangan Internasional Hadapi Gejolak Global, Penjaminan dan Asuransi Dinilai Krusial untuk Mitigasi Risiko

Perdagangan internasional disebut menghadapi tiga tantangan besar, mulai dari volatilitas geopolitik dan perubahan kebijakan di berbagai negara, diversifikasi rantai pasok yang kian meluas dan tidak lagi bergantung pada satu wilayah, hingga menguatnya peran negara berkembang sebagai pasar pertumbuhan baru.

Pandangan tersebut disampaikan Chairman ICC Banking Commission Indonesia, Herry Hykmanto, CDCSAdv, dalam acara LPEI Export Forum 2025 yang digelar beberapa waktu lalu di Jakarta dan dihadiri 20 perbankan nasional serta asing.

Herry menilai, di tengah dinamika perdagangan global, perbankan dan pelaku usaha perlu mampu mengelola risiko ketika bekerja sama dengan mitra baru atau memperluas pasar ke wilayah yang berisiko lebih tinggi. Karena itu, pemilihan instrumen mitigasi risiko yang tepat dinilai penting untuk mendukung perluasan pasar eksportir sekaligus memperkuat akses pembiayaan dari perbankan.

Menurut Herry, produk penjaminan (guarantee) maupun asuransi (insurance) ekspor dapat menjadi alternatif instrumen mitigasi risiko yang krusial untuk mendorong pertumbuhan, ekspansi pasar, dan ketahanan bisnis. “Penjaminan dan asuransi memungkinkan pelaku usaha memasuki pasar baru, mengikuti tender internasional, dan mengurangi risiko pembayaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Suharyanto menyoroti perubahan tren dalam transaksi perdagangan internasional, termasuk pergeseran dari skema berbasis Letter of Credit (LC) menuju non-LC. Ia menyebut tren baru tersebut meningkat seiring perkembangan pesat teknologi digital.

“Saat ini, perdagangan internasional juga tengah masuk ke dalam era digitalisasi, dimana cara penagihan secara konvensional (fisik) melalui kurir, mulai ditinggalkan dan diganti dengan penagihan secara digital,” kata Suharyanto.

Ia menjelaskan, eksportir dan importir dapat bersepakat agar proses penagihan dilakukan secara daring, misalnya dengan mengunggah dokumen-dokumen seperti dokumen pengapalan dan tagihan (invoice), melakukan persetujuan (approval), hingga memantau jadwal pembayaran (payment schedule). Dengan cara tersebut, arus transaksi dinilai dapat menjadi lebih efisien, cepat, dan aman.

Sejalan dengan perubahan tersebut, Suharyanto menyarankan agar pelaku usaha beradaptasi dengan lanskap global yang terus berubah.