Polda Sulawesi Tengah menggelar apel pasukan untuk mengantisipasi dinamika perkembangan situasi global pada 2026, Selasa (28/4), di lapangan Mapolda Sulteng. Apel dipimpin Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma dan diikuti personel gabungan dari berbagai satuan.
Dalam amanatnya, Helmi menyoroti perkembangan politik global, khususnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, situasi tersebut berpotensi memicu instabilitas di tingkat internasional dan dapat berdampak ke dalam negeri.
Ia menjelaskan, salah satu dampak yang dikhawatirkan adalah penutupan kembali Selat Hormuz, yang dapat berimbas pada kenaikan harga minyak dunia.
Helmi menambahkan, kondisi itu dapat memicu efek berantai terhadap perekonomian nasional, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), meningkatnya biaya produksi, hingga penurunan daya beli masyarakat.