Kepolisian negara bagian New South Wales (NSW), Australia, melarang sejumlah pendukung neo-Nazi memasuki kawasan pusat bisnis terpadu (central business district/CBD) Sydney selama demonstrasi yang direncanakan berlangsung pada Hari Australia, 26 Januari.
Menurut laporan Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Rabu (21/1), Kepolisian NSW menerbitkan perintah perlindungan publik (public safety order) yang berlaku selama 24 jam pada 26 Januari. Perintah itu menyasar beberapa individu dan melarang mereka berada di CBD Sydney pada hari tersebut.
Dalam dokumen perintah tersebut, Asisten Komisaris Kepolisian NSW Brett McFadden menilai kehadiran individu yang dikenai perintah di CBD pada Senin mendatang berisiko serius terhadap keselamatan publik.
Dokumen itu juga menyebutkan bahwa pelanggaran terhadap larangan tersebut dapat berujung pada hukuman maksimum lima tahun penjara.
Hari Australia diperingati setiap 26 Januari untuk menandai kedatangan Armada Pertama Inggris di Pelabuhan Sydney pada 1788. Selain perayaan, tanggal tersebut juga kerap diwarnai aksi unjuk rasa nasional yang dipimpin Masyarakat Pribumi Australia (Indigenous Australians), yang menetapkan 26 Januari sebagai Hari Invasi (Invasion Day) atau Hari Bertahan Hidup (Survival Day).
Sebelumnya, Komisaris Kepolisian NSW Mal Lanyon pada Selasa (20/1) menyatakan pembatasan terhadap aksi unjuk rasa publik yang diberlakukan setelah serangan teror di Pantai Bondi telah dikurangi secara signifikan. Dengan pelonggaran itu, demonstrasi yang direncanakan digelar di Sydney pada 26 Januari tetap dapat dilangsungkan.

