Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk membahas langkah antisipasi dampak eskalasi konflik global terhadap situasi nasional. Rapat berlangsung di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Selasa.
Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi. Hadir pula perwakilan Bank Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, PT Pertamina (Persero), dan Perum BULOG.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan rapat itu memberikan gambaran umum dari para pemangku kebijakan, termasuk pimpinan lembaga, menteri Kabinet Merah Putih, dan kepala badan. Menurutnya, masukan tersebut penting dan strategis untuk menjaga stabilitas nasional, terutama terkait pertumbuhan ekonomi yang disebutnya telah berada di angka 5 persen.
Jenderal Sigit menambahkan pemerintah akan mendorong agar ekonomi terus bertumbuh serta memastikan berbagai program dan kebijakan Astacita Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan. Ia menyebut gambaran yang diperoleh dari rapat tersebut menjadi dasar untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai isu yang berpotensi muncul ke depan.
Kapolri berharap koordinasi lintas sektoral ini dapat memaksimalkan upaya mempertahankan ketahanan nasional. Ia juga menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap eskalasi yang terjadi agar capaian yang telah dijalankan pemerintah dapat terus dipertahankan.