JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyoroti memanasnya situasi geopolitik global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Rusia. Ia menyampaikan kekhawatiran bahwa eskalasi konflik, terutama di Timur Tengah, berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga dan menimbulkan dampak sistemik terhadap perekonomian dunia.
Dalam pernyataannya, Prabowo menilai persaingan hegemoni antarnegara besar saat ini berada pada titik yang berbahaya. Ia mengatakan terus memantau perkembangan situasi internasional setiap malam sebagai bagian dari upaya antisipasi pemerintah. Fokus utama yang disebutkannya adalah memperkuat struktur ekonomi nasional agar tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global.
“Saya lihat dan saya yakini dalam 5, 6, hingga 8 bulan ke depan, kita akan membuat langkah-langkah fundamental dan terobosan yang akan memperkokoh ekonomi Indonesia. Ini penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujar Prabowo. Ia menekankan langkah tersebut diperlukan agar Indonesia memiliki fondasi kuat ketika tekanan ekonomi global meningkat akibat konflik bersenjata berskala besar.
Prabowo juga menyinggung dinamika antara Amerika Serikat yang dinilainya menunjukkan kesiapan menyerang Iran, sementara Rusia disebut berada di garis depan untuk membela sekutunya. Jika benturan itu terjadi, ia memperingatkan dunia akan memasuki “very dangerous time” atau waktu yang sangat berbahaya, terlebih bila melibatkan kekuatan nuklir. Menurutnya, perang nuklir akan membawa bencana bagi seluruh umat manusia.
Terkait posisi Indonesia, Prabowo menyebut politik luar negeri bebas aktif atau non-blok tidak otomatis membuat Indonesia terbebas dari dampak perang, baik berupa radiasi maupun guncangan ekonomi. Ia mengibaratkan, negara pemilik senjata nuklir bisa mengalami kehancuran seketika, sementara negara lain berpotensi menanggung penderitaan panjang sebelum akhirnya terdampak.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan strategi ekonomi untuk menghadapi risiko gangguan rantai pasok global apabila jalur perdagangan internasional terganggu akibat peperangan di kawasan strategis. Terobosan yang dijanjikan dalam beberapa bulan ke depan, menurut Prabowo, diharapkan dapat menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya persatuan nasional. Prabowo menyatakan kerukunan di dalam negeri menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi tantangan bersama, terutama ketika situasi global disebutnya semakin tidak menentu. Kemandirian pangan dan energi disebut sebagai salah satu pilar yang terus didorong.
Menutup pernyataannya, Prabowo mengajak masyarakat tetap waspada tanpa panik. Ia menilai kondisi “dangerous time” menuntut kedewasaan politik dan soliditas sosial, seraya mengingatkan bahwa perselisihan internal dapat melemahkan posisi Indonesia dalam menghadapi ancaman eksternal yang lebih besar.

