BERITA TERKINI
Pramono Anung Minta BUMD Jakarta Siapkan Skenario Terburuk Antisipasi Dampak Konflik Global

Pramono Anung Minta BUMD Jakarta Siapkan Skenario Terburuk Antisipasi Dampak Konflik Global

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan penguatan kebersamaan dan gotong royong warga ibu kota untuk menghadapi dampak memanasnya situasi politik global, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran. Menurut Pramono, kondisi dunia yang tidak menentu berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi Jakarta, termasuk melalui ancaman gangguan pasokan pangan.

Pramono menyampaikan bahwa ketahanan Jakarta dinilai sangat bergantung pada soliditas masyarakat ketika situasi global bergejolak. Ia menilai konflik di Timur Tengah dapat memicu efek domino yang mengganggu rantai pasok kebutuhan pokok di Jakarta.

“Kondisi terakhir dunia sekarang ini sedang tidak baik-baik saja. Maka untuk itu, kebersamaan, gotong-royong, itu menjadi hal yang utama dalam rangka kita semua untuk menjaga Jakarta,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat.

Selain menguatkan aspek sosial, Pramono juga memerintahkan jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memetakan risiko dan menyiapkan cadangan sejumlah produk. Langkah mitigasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya tahan Jakarta apabila terjadi kelangkaan barang impor akibat gangguan logistik global.

Dalam upaya menjaga daya beli warga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendatangkan 3.100 ekor sapi dari Australia pada 23 Februari. Pengadaan tersebut merupakan bagian dari kuota total 7.500 ekor yang dialokasikan untuk menjaga keseimbangan harga daging sapi di pasar-pasar Jakarta.

Pramono menyatakan skema tersebut dimaksudkan untuk menahan potensi kenaikan harga daging sapi saat gejolak global mulai berdampak pada sektor pangan.

“Ini cara kita untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan, dan Alhamdulillah, sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” ujar Pramono.