Prancis meminta NATO menggelar latihan militer di Greenland, wilayah otonomi Denmark yang belakangan dibayangi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk merebutnya. Paris menyatakan siap berpartisipasi dan berkontribusi dalam latihan militer NATO di wilayah tersebut.
Permintaan itu disampaikan kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pernyataan pada Rabu (21/1/2026) waktu setempat, menjelang kehadiran Trump dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Trump disebut kemungkinan memanfaatkan forum tersebut untuk semakin mendorong upayanya mengakuisisi Greenland, meski menuai protes dari sejumlah sekutu Eropa, termasuk Prancis.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait Greenland disebut menandai keretakan terbesar dalam hubungan transatlantik selama beberapa dekade terakhir.
Dalam forum di Davos pada Selasa (20/1), Macron menegaskan Eropa tidak akan menyerah pada tindakan yang ia sebut sebagai perundungan atau intimidasi. Ia menyatakan Prancis dan Eropa menjunjung kedaulatan nasional dan kemerdekaan, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan piagamnya.
Macron juga mengatakan Eropa akan berupaya menjadi lebih kuat dan lebih otonom. Dalam pidatonya, ia menekankan perlunya pertumbuhan dan stabilitas global, sembari menegaskan Eropa lebih memilih rasa hormat daripada penindasan, serta supremasi hukum daripada kebrutalan.
Pernyataan Macron itu dipandang sebagai kritik terhadap ancaman Trump, yang sebelumnya mengatakan akan mengenakan tarif tinggi jika negara-negara Eropa tidak mendukung Amerika Serikat mengambil alih Greenland.
Sejumlah pemimpin negara NATO, yang juga merupakan sekutu Amerika Serikat, telah memperingatkan bahwa ambisi Trump untuk menguasai Greenland dapat mengacaukan aliansi militer tersebut. Trump sebelumnya juga mengaitkan Greenland dengan kemarahannya karena gagal mendapatkan Nobel Perdamaian.

