PARIS — Prancis meminta NATO menggelar latihan militer di Greenland dan menyatakan siap berkontribusi. Permintaan itu disampaikan kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu.
Kabar tersebut muncul ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Davos, Swiss, pada Rabu. Ia diperkirakan akan memanfaatkan Forum Ekonomi Dunia untuk meningkatkan upayanya mengakuisisi Greenland, meski mendapat penolakan dari Eropa. Isu ini disebut sebagai keretakan terbesar dalam hubungan transatlantik selama beberapa dekade.
Dalam pernyataannya di Davos pada Selasa, Macron menegaskan Eropa tidak akan menyerah kepada para pengganggu atau terintimidasi. Pernyataan itu juga menjadi kritik terhadap ancaman Trump yang menyebut akan memberlakukan tarif tinggi jika Eropa tidak mengizinkan Amerika Serikat mengambil alih Greenland.
Para pemimpin NATO sebelumnya memperingatkan bahwa strategi Trump terkait Greenland berpotensi mengacaukan aliansi. Trump juga pernah mengaitkan Greenland dengan kemarahannya karena tidak menerima Hadiah Nobel Perdamaian.
Latihan NATO sendiri dijadwalkan oleh komandan NATO dan cakupannya dapat bervariasi, mulai dari melibatkan beberapa perwira hingga skenario pertempuran skala penuh yang mencakup pesawat, kapal angkatan laut, artileri, kendaraan lapis baja, serta ribuan pasukan. Negara-negara anggota mendukung latihan dengan komitmen nasional berupa pasukan, peralatan, atau bentuk dukungan lain, dan negara peserta biasanya menanggung pendanaan kontribusi nasional masing-masing.
Di sisi lain, Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) menyatakan dalam pernyataan pekan ini bahwa pesawat militer Amerika Serikat dan Kanada akan segera menuju Greenland untuk latihan pertahanan rutin.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu Eropa terkait upaya Trump untuk mengambil kendali Greenland, wilayah semi-otonom milik Denmark yang juga sekutu NATO.

