Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, diyakini dapat mendorong pergerakan ekonomi lokal, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga penguatan rantai pasok yang banyak melibatkan sumber daya setempat.
Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan daerahnya memiliki potensi besar untuk mendukung keberhasilan MBG, terutama dari ketersediaan bahan pangan lokal seperti hasil pertanian tanaman pangan, hortikultura, perikanan, dan peternakan.
Menurut Gamalis, hasil pertanian dalam arti luas tersebut juga berpeluang diolah melalui hilirisasi oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan demikian, UMKM dapat terlibat dalam MBG, baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk pada rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menilai keterlibatan berbagai sektor tersebut dapat mendukung perputaran ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru. Dampaknya, program ini diharapkan turut membantu mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan.
Gamalis menyebut Kabupaten Berau memiliki sumber daya pangan yang cukup. Jika dikelola dengan baik, MBG dinilai bisa menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus menjamin kualitas gizi bagi anak sekolah serta ibu dan balita melalui posyandu.
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Pemerintah Kabupaten Berau mengambil langkah aktif dengan memperbanyak pembentukan SPPG sebagai penopang utama MBG. Pada pertengahan Desember lalu, Gamalis bersama tim menemui Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta guna memastikan percepatan realisasi SPPG di Berau sesuai kebutuhan dan potensi daerah.
Ia menyampaikan Berau membutuhkan 61 SPPG untuk menjangkau seluruh penerima manfaat MBG, terdiri atas 30 SPPG di wilayah aglomerasi dan 31 SPPG di wilayah 3T (terpencil, tertinggal, dan terluar). Namun, hingga saat ini SPPG yang telah beroperasi baru berjumlah tujuh unit.
Karena itu, Gamalis menegaskan percepatan pembentukan SPPG baru menjadi kebutuhan mendesak. Ia juga menyatakan pemerintah daerah siap mengambil peran aktif untuk mendukung percepatan tersebut agar pelaksanaan MBG berjalan lancar.
Gamalis menambahkan sinergi dengan BGN menjadi kunci agar pembentukan SPPG, baik di wilayah aglomerasi maupun 3T, dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Melalui percepatan tersebut, Pemkab Berau berharap MBG tidak hanya berdampak pada perbaikan status gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

