Penulis buku keuangan Robert Kiyosaki kembali menyampaikan kekhawatirannya mengenai stabilitas sistem moneter dunia. Ia menilai struktur keuangan yang telah berjalan selama beberapa dekade terakhir kini menunjukkan tanda-tanda keretakan yang semakin nyata.
Dalam pernyataannya, Kiyosaki menunjuk sebuah momen krusial dalam sejarah ekonomi global sebagai akar persoalan yang dampaknya mulai terasa di pasar saat ini. Ia secara spesifik menyoroti tahun 1974 sebagai titik balik yang membentuk sistem keuangan global seperti dikenal sekarang.
Menurut Kiyosaki, konsekuensi dari sistem yang dibangun sejak era tersebut kini kembali muncul dan menjadi tantangan serius bagi investor serta pelaku pasar di berbagai negara. Kondisi ini, menurutnya, menambah urgensi bagi pelaku pasar untuk meninjau ulang strategi investasi.
“Fondasi sistem yang dibangun beberapa dekade lalu kini menunjukkan keretakan signifikan,” ujar Kiyosaki. Ia juga menekankan bahwa perubahan mendasar dalam sistem keuangan global telah dimulai sejak 1974. “Dampak dari sistem tersebut kini mulai kembali menghantui para pelaku pasar di seluruh dunia,” katanya.
Seiring peringatan itu, Kiyosaki kerap mengarahkan perhatian pada aset alternatif yang ia anggap dapat berperan sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian sistem konvensional. Aset yang ia soroti antara lain mata uang kripto seperti Bitcoin serta komoditas tradisional seperti emas.
Gambaran situasi yang ia sampaikan turut mendorong sebagian investor untuk mempertimbangkan instrumen yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak sistem berbasis mata uang fiat. Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan dalam diskusi mengenai arah pengelolaan kekayaan ke depan.
Pandangan terbaru Robert Kiyosaki tersebut dilaporkan oleh BISNISMARKET.COM.

