BERITA TERKINI
SCI Waspadai Dampak Konflik AS-Venezuela terhadap Harga Minyak dan Rantai Pasok Ekspor Indonesia

SCI Waspadai Dampak Konflik AS-Venezuela terhadap Harga Minyak dan Rantai Pasok Ekspor Indonesia

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menilai dampak lanjutan konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela perlu diwaspadai, meski saat ini belum berdampak langsung terhadap jalur perdagangan Indonesia ke Amerika Selatan.

Setijadi menyebut gangguan geopolitik di negara produsen energi berisiko memicu volatilitas harga minyak global. Kondisi itu, menurut dia, dapat berujung pada kenaikan biaya bahan bakar dan ongkos logistik internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Setijadi dalam keterangan tertulis pada Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menilai faktor geopolitik memunculkan kekhawatiran baru terhadap pasokan energi dan kelancaran rantai pasok, terutama ketika Indonesia tengah berupaya memperluas diversifikasi pasar ekspor, termasuk ke Amerika Selatan.

Setijadi memperkirakan biaya pengiriman barang berpotensi meningkat pada rute lintas Pasifik maupun rute yang transit di hub utama global. Peningkatan biaya dapat bersumber dari kenaikan harga bahan bakar kapal dan tambahan biaya pelayaran. Ia mengingatkan kondisi ini dapat menekan daya saing harga produk ekspor Indonesia, terutama komoditas manufaktur dan produk bernilai tambah menengah yang sensitif terhadap biaya logistik.

Selain biaya, eskalasi ketegangan global juga dinilai berpotensi memengaruhi reliabilitas jadwal pengiriman. Perubahan rute pelayaran, konsolidasi muatan, hingga perubahan port of call oleh perusahaan pelayaran dapat memperpanjang lead time dan meningkatkan ketidakpastian pasokan ke Amerika Selatan, termasuk ke negara tujuan lain seperti Peru dan Brasil.

Setijadi juga mencermati kecenderungan pembeli di kawasan tersebut untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan impor. Menurut dia, mereka berpotensi memperketat klausul kontrak, meminta fleksibilitas jadwal pengiriman, serta jaminan kontinuitas pasokan di tengah ketidakpastian global.

Merespons situasi itu, SCI merekomendasikan penguatan rantai pasok bagi eksportir Indonesia. Salah satu langkah awal yang disarankan adalah diversifikasi rute pengiriman dan mitra logistik untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur atau satu penyedia jasa pelayaran.

Selain itu, eksportir diminta proaktif meninjau dan menyesuaikan klausul kontrak, khususnya terkait jadwal pengiriman, mekanisme perubahan biaya logistik, serta pengaturan force majeure. Setijadi menilai langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan hubungan bisnis dengan pembeli di tengah dinamika global yang cepat berubah.

Ia juga menyarankan peningkatan perencanaan persediaan dan manajemen lead time, termasuk mempertimbangkan buffer stock atau safety time untuk kontrak berulang. Strategi tersebut dinilai dapat menjaga pelayanan dan kepercayaan pasar meski terjadi gangguan pada sistem transportasi internasional.

Setijadi menegaskan eskalasi geopolitik global tidak seharusnya menghambat agenda diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke Amerika Selatan. Menurut dia, komunikasi yang transparan dengan mitra dagang dan penguatan manajemen risiko rantai pasok dapat memperkuat posisi Indonesia, bahkan membuka peluang untuk tampil sebagai mitra dagang yang andal dan kompetitif di kawasan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, pasukan Amerika Serikat menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Keduanya disebut akan diadili di New York, Amerika Serikat, atas tuduhan perdagangan narkotika. Amerika juga disebut berniat mengendalikan pasokan minyak bumi di Venezuela.

Di dalam negeri, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan pemerintah masih memantau dinamika geopolitik yang terjadi. Ia belum dapat memastikan potensi harga bahan bakar minyak naik atau turun di Indonesia. “Kita akan antisipasi, tapi yang jelas kondisi di negara saat ini stabil,” katanya saat ditemui di BPH Migas pada Senin, 5 Januari 2025.

Sulaeman menambahkan kepastian terkait gejolak harga minyak bumi akan disampaikan lebih lanjut oleh menteri yang berwenang. Menurut dia, kestabilan harga saat ini ditentukan oleh sumber minyak bumi yang bukan berasal dari Venezuela.