BERITA TERKINI
Serangan di Bahrain dan Kuwait Soroti Kerentanan Aset AS, Ini Sebaran Pangkalan Militer Amerika di Dunia

Serangan di Bahrain dan Kuwait Soroti Kerentanan Aset AS, Ini Sebaran Pangkalan Militer Amerika di Dunia

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan markas Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Bahrain. Insiden ini menyoroti tantangan perlindungan aset militer AS di luar negeri, sekaligus mengingatkan luasnya jaringan pangkalan militer AS yang tersebar di berbagai kawasan dunia, dari Eropa hingga Asia-Pasifik.

Menurut laporan BBC, Iran menargetkan markas Angkatan Laut AS di Bahrain, yang menjadi basis Armada Kelima. Video yang beredar memperlihatkan rudal dan drone menghantam area sekitar markas tersebut. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa, namun peristiwa itu memunculkan perhatian terhadap celah sistem pertahanan udara yang melindungi fasilitas militer AS dan sekutunya di kawasan.

Mantan Komandan Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Tom Sharpe, menilai Bahrain kemungkinan dipandang sebagai target profil tinggi yang selama ini relatif minim pertahanan udara. Ia merujuk pada rekaman yang menunjukkan drone Shahed Iran yang bergerak relatif lambat mampu menembus pertahanan.

Sementara itu, serangan terbaru di Kuwait dilaporkan lebih mematikan. Berdasarkan informasi dari CNN, serangan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat dan menghantam tepat di tengah bangunan yang digunakan sebagai pusat operasi taktis. Serangan disebut datang cepat tanpa peringatan atau sirine untuk evakuasi, dan beberapa jam setelahnya api masih terlihat membara di sejumlah bagian bangunan.

Bagian dalam pusat operasi darurat itu dilaporkan hangus menghitam, sementara dinding-dindingnya terdorong keluar akibat ledakan. Citra satelit yang diambil Minggu pagi menunjukkan sebuah gedung di pelabuhan terbakar dengan kepulan asap hitam membubung.

Komando Pusat AS mengumumkan enam personel tewas dalam serangan tersebut, dengan 18 personel lainnya mengalami luka-luka serius. Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengonfirmasi serangan mengenai pusat operasi taktis yang telah diperkuat. Para prajurit yang gugur disebut tergabung dalam Komando Dukungan Teater ke-1, markas independen yang berbasis di Fort Knox, Kentucky.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, rekan, dan unit para personel yang gugur. Ia menyebut mereka sebagai teladan pengabdian, seraya menegaskan duka yang dirasakan bersama.

Rentetan serangan di Bahrain dan Kuwait ini kembali menempatkan sorotan pada kerentanan aset militer AS di luar negeri. Di sisi lain, jaringan pangkalan global AS tetap menjadi elemen penting dalam strategi pertahanan Washington, dengan sebaran fasilitas yang luas di Eropa, Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan sejumlah titik strategis lainnya.

Pangkalan militer AS di Eropa

Merujuk data dari military.com, Eropa menjadi salah satu kawasan dengan konsentrasi pangkalan AS yang padat, terutama di Jerman. Sejumlah instalasi penting di negara itu meliputi US Army Garrison Ansbach, US Army Garrison Bavaria, US Army Garrison Stuttgart, dan US Army Garrison Wiesbaden. Jerman juga menjadi lokasi dua pangkalan angkatan udara strategis, yakni Ramstein Air Base dan Spangdahlem Air Base.

Di Italia, AS memiliki beberapa pangkalan, antara lain Camp Darby, US Army Garrison Italy, Naval Air Station Sigonella, Naval Support Activity Naples, serta Aviano Air Base. Di Inggris, aset militer AS ditempatkan di RAF Lakenheath, RAF Mildenhall, RAF Alconbury, dan RAF Molesworth.

Spanyol menjadi tuan rumah Naval Station Rota dan Moron Air Base. Yunani menampung US Naval Support Activity Souda Bay. Sementara Turki memiliki Incirlik Air Base, Izmir Air Station, serta Team DoD Turkey yang dinilai strategis.

Pangkalan militer AS di Asia-Pasifik

Kawasan Asia-Pasifik disebut menjadi fokus utama strategi pertahanan AS, dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai pilar. Di Jepang, Angkatan Darat AS memiliki Camp Zama dan Torii Station. Angkatan Laut mengoperasikan Commander Fleet Activities Sasebo dan Yokosuka serta Naval Air Facility Atsugi.

Korps Marinir berkantor di Camp S. D. Butler dan Marine Corps Air Station Iwakuni. Angkatan Udara mengoperasikan Kadena Air Base, Misawa Air Base, dan Yokota Air Base.

Di Korea Selatan, kekuatan AS terkonsentrasi di US Army Garrison Daegu, Humphreys, Red Cloud/Casey, dan Yongsan. Angkatan Laut hadir melalui Commander Fleet Activities Chinhae, sedangkan Angkatan Udara mengoperasikan Kunsan Air Base dan Osan Air Base. Di Pulau Guam, AS memiliki Andersen Air Force Base yang disebut strategis.

Pangkalan militer AS di Timur Tengah dan lokasi strategis lainnya

Di kawasan Teluk, Bahrain menjadi lokasi Naval Support Activity Bahrain, yang menjadi rumah bagi Armada Kelima AS dan baru-baru ini menjadi target serangan. Di Turki, AS juga mempertahankan Incirlik Air Base yang kerap dikaitkan dengan operasi di Timur Tengah.

Di luar kawasan tersebut, AS tetap memiliki kehadiran di sejumlah titik strategis. Di Kuba terdapat Naval Station Guantanamo Bay. Di Singapura, AS memiliki Navy Region Singapore sebagai titik dukung logistik. Sementara di Samudra Hindia, Navy Support Facility Diego Garcia (Inggris) disebut menjadi pangkalan penting untuk proyeksi kekuatan AS ke Timur Tengah dan Asia.

Jaringan pangkalan global ini kerap dipandang sebagai bagian dari proyeksi kekuatan AS, namun pada saat yang sama menuntut perlindungan berlapis di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah. Serangan di Bahrain dan Kuwait memperlihatkan bahwa tantangan keamanan terhadap aset-aset tersebut tetap nyata.