BERITA TERKINI
Trump Pertanyakan Komitmen NATO untuk Membela AS Jika Diserang

Trump Pertanyakan Komitmen NATO untuk Membela AS Jika Diserang

WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keraguan apakah negara-negara anggota NATO akan membantu Amerika Serikat apabila diserang musuh. Meski demikian, ia menegaskan Washington tetap akan membela sekutunya dalam aliansi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah pengarahan pada Selasa. Dalam kesempatan tersebut, ia mengklaim telah berperan besar terhadap NATO dan menyebut bahwa di bawah kepemimpinannya, para anggota aliansi berjanji meningkatkan belanja militer hingga 5% dari produk domestik bruto (PDB).

“Saya melakukan lebih banyak untuk NATO daripada orang lain yang masih hidup atau sudah meninggal,” kata Trump.

Namun, ia juga menyuarakan kekhawatiran terkait komitmen pertahanan kolektif di dalam NATO. Menurut Trump, aliansi tersebut perlu memperlakukan Amerika Serikat secara adil, mengingat besarnya kontribusi yang dikeluarkan Washington.

“Ketakutan terbesar saya terhadap NATO adalah [bahwa] kita menghabiskan banyak uang dengan NATO, dan saya tahu kita akan datang untuk menyelamatkan mereka, tetapi saya benar-benar mempertanyakan apakah mereka akan datang untuk menyelamatkan kita atau tidak,” ujarnya.

Dalam perjanjian pendirian NATO, Pasal 5 menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Namun, pasal itu juga memberi keleluasaan bagi tiap negara untuk menentukan “tindakan yang dianggap perlu,” termasuk penggunaan kekuatan bersenjata.

Pasal 5 tercatat baru pernah digunakan satu kali, yakni setelah serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat, ketika NATO mendukung operasi kontra-terorisme AS. Klausul pertahanan kolektif tersebut tidak berlaku apabila serangan terhadap anggota NATO dilakukan oleh sesama anggota aliansi.