Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, seruan perdamaian dinilai semakin mendesak untuk disuarakan. Situasi dunia yang tidak menentu mendorong berbagai pihak untuk memperkuat pesan kemanusiaan dan mencegah eskalasi konflik.
Dalam konteks tersebut, kampus dipandang sebagai ruang intelektual yang memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan dialog, membangun pemahaman lintasbangsa, serta menguatkan nilai-nilai kemanusiaan. Peran ini dianggap penting agar wacana perdamaian tidak berhenti pada tataran slogan, melainkan menjadi upaya bersama yang berkelanjutan.
Merespons kondisi itu, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menyuarakan perdamaian melalui kegiatan penancapan bendera dunia. Aksi tersebut menjadi simbol ajakan untuk memperkuat semangat hidup berdampingan dan menempatkan kemanusiaan sebagai pijakan utama di tengah dinamika konflik internasional.

