BERITA TERKINI
Uni Eropa Pertimbangkan Aktivasi ‘Bazoka Perdagangan’ Usai Ancaman Tarif Trump Terkait Greenland

Uni Eropa Pertimbangkan Aktivasi ‘Bazoka Perdagangan’ Usai Ancaman Tarif Trump Terkait Greenland

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap Denmark dan tujuh negara Eropa lain yang menolak rencana pengambilalihan Greenland oleh AS.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan Eropa tidak akan membiarkan diri diancam. Ancaman tarif itu disebut muncul setelah Trump menyatakan akan menaikkan tarif dagang dari 10% menjadi 25% pada Juni, dan akan mempertahankannya hingga Denmark setuju menjual pulau Arktik tersebut kepada AS.

Rencana kenaikan tarif itu diumumkan beberapa hari setelah Denmark dan sejumlah negara Eropa mengirim misi militer ke Greenland untuk memperkuat keamanan wilayah tersebut. Langkah Trump memicu respons keras di Eropa, termasuk dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut ancaman itu “tidak dapat diterima”.

Macron meminta para pemimpin Uni Eropa (UE) mengaktifkan Instrumen Anti-Paksaan Ekonomi (Anti-Coercion Instrument/ACI), yang kerap dijuluki “bazoka perdagangan”. “Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan mempengaruhi kami, baik di Ukraina, Greenland, maupun di mana pun di dunia,” kata Macron. Permintaan itu dipandang sebagai sinyal kesiapan UE menghadapi konfrontasi dagang yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Washington.

Di sisi lain, sebagian pemerintah Eropa memilih jalur diplomatik dengan mencoba menjalin kontak dengan pemerintahan AS dan menyatakan kesiapan berdialog berdasarkan prinsip kedaulatan dan integritas teritorial.

Trump, melalui akun Truth Social pada Sabtu (17/1), menulis: “Perdamaian dunia sedang dipertaruhkan! China menginginkan Greenland, dan Denmark tidak dapat berbuat apa-apa.” Ia juga pernah menyatakan Washington akan mendapatkan wilayah tersebut “dengan cara mudah” atau “dengan cara sulit”.

Negara-negara yang terancam tarif—Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia—mengeluarkan pernyataan bersama setelah rapat darurat di Brussels, Belgia, pada Minggu (18/01), yang melibatkan duta besar dari 27 negara anggota UE. Mereka menilai rencana Trump berisiko memicu “efek bola salju yang berbahaya” dan menegaskan ancaman tarif merusak hubungan transatlantik, sembari menyatakan dukungan penuh kepada Kerajaan Denmark dan rakyat Greenland.

Di Greenland dan Denmark, ribuan orang dilaporkan turun ke jalan memprotes rencana pengambilalihan Greenland oleh AS. Greenland memiliki populasi yang jarang, namun kaya sumber daya alam. Letaknya yang berada di antara Amerika Utara dan Arktik dinilai strategis untuk sistem peringatan dini jika terjadi serangan rudal serta pemantauan pergerakan kapal di kawasan tersebut.

Apa itu ACI atau “bazoka perdagangan”?

ACI adalah perangkat yang disahkan Uni Eropa pada 2023 dan disebut sebagai alat “pencegahan” untuk menyelesaikan sengketa perdagangan. Instrumen ini dirancang agar UE dapat mencegah negara ketiga menerapkan tindakan pemaksaan terhadap kepentingan UE serta memungkinkan UE membalas dengan sejumlah langkah.

Jika diaktifkan, ACI membuka opsi pembatasan perdagangan, termasuk kenaikan tarif atau tarif balasan, pemberlakuan lisensi impor atau ekspor, pembatasan perdagangan jasa, hingga pembatasan akses terhadap investasi asing langsung atau tender publik.

Dalam skenario yang lebih luas, UE juga dapat membatasi perusahaan AS untuk membeli saham di perusahaan mana pun di 27 negara anggota, mengakses pembiayaan publik atau swasta, serta berpartisipasi dalam tender kontrak publik. ACI juga memberi kewenangan bagi UE untuk menuntut “ganti rugi” ekonomi dari negara yang melakukan pemaksaan.

Instrumen ini pada awalnya dirancang untuk menghadapi campur tangan paksa dari kekuatan eksternal yang saat itu lebih dikaitkan dengan China, bukan AS. Perancangannya dimulai tak lama setelah masa jabatan pertama Trump berakhir, ketika hubungan dagang transatlantik mengalami sejumlah kebuntuan.

Salah satu peristiwa yang mendorong inisiatif ini adalah kasus Lituania pada 2021, ketika China memberlakukan pembatasan perdagangan setelah negara Baltik itu mengumumkan rencana memperkuat hubungan perdagangan dengan Taiwan. Sejumlah perusahaan Lituania kala itu mengeluhkan kesulitan memperbarui atau menandatangani kontrak dengan perusahaan China, serta menghadapi masalah pengiriman dan penolakan permohonan impor.

ACI dimaksudkan untuk mencegah negara ketiga menekan UE atau negara anggotanya agar mengambil keputusan tertentu melalui tindakan yang mempengaruhi perdagangan atau investasi. Anggota Parlemen Eropa asal Jerman, Bernd Lange, menyatakan instrumen ini memungkinkan UE bereaksi cepat terhadap tekanan negara lain serta mempertahankan kedaulatan UE bila diperlukan.

Pada 2025, ketika Trump memulai perang tarif global dan menyerang UE, penerapan instrumen ini sempat dipertimbangkan. Namun saat itu Brussels memilih mengandalkan dialog.

Respons negara-negara Eropa

Selain Macron, Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin menyebut ACI “ada di atas meja” usai rapat darurat UE pada Minggu (18/01). Meski demikian, ia menganjurkan agar jalur dialog dioptimalkan terlebih dahulu.

Sejumlah pemimpin Eropa lain juga mendorong diplomasi sebelum eskalasi menjadi perang dagang. Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store memperingatkan agar semua pihak berhati-hati dan tidak terlibat perang dagang yang tidak terkendali karena dinilai tidak menguntungkan siapa pun.

Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer menyebut langkah Trump “sangat salah”. Ia melakukan panggilan telepon pada Minggu (18/1) dengan Frederiksen, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, sebelum berbicara dengan Trump. Kantor Starmer menyatakan ia menegaskan keamanan Greenland merupakan prioritas bagi seluruh anggota NATO dan menilai penerapan tarif terhadap sekutu yang mengejar keamanan kolektif adalah tindakan yang keliru.

Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menegaskan penghormatan timbal balik terhadap kedaulatan adalah prinsip inti yang tidak dapat dinegosiasikan dalam hukum internasional dan kerja sama antarnegara.

Sementara itu, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni—yang disebut memiliki hubungan baik dengan Trump—menyebut ada “masalah pemahaman dan komunikasi” terkait pengiriman pasukan ke Greenland. Menurutnya, jika tujuannya menenangkan Trump dan menunjukkan perlunya peningkatan keamanan Arktik, maka pengiriman pasukan bukan cara yang tepat karena justru tampak memicu ancaman baru.

Di tengah perbedaan pendekatan tersebut, langkah UE diperkirakan tidak akan cepat dan bulat mengingat sensitivitas isu ini. Namun tekanan meningkat karena Trump terus menegaskan Greenland krusial bagi keamanan AS dan tidak menutup kemungkinan mengambilnya dengan paksa.

Taruhannya bagi hubungan dagang transatlantik

Komisi Eropa mencatat nilai perdagangan barang dan jasa antara UE dan AS mencapai US$1,8 triliun pada 2023, atau sekitar US$5 miliar per hari melintasi Atlantik. Dalam perdagangan barang, UE mencatat surplus lebih dari US$170 miliar, sementara dalam perdagangan jasa AS unggul dengan hampir US$120 miliar.

Di tengah besarnya hubungan ekonomi tersebut, ancaman tarif dan wacana penggunaan ACI menandai babak baru ketegangan UE-AS, dengan pilihan antara mengutamakan dialog atau menyiapkan langkah balasan yang lebih keras.