Sebuah artikel mengusulkan pembangunan Unmanned Aircraft System Integrated Laboratory sebagai bagian dari arsitektur pengelolaan ruang udara rendah di tingkat nasional. Gagasan ini menempatkan laboratorium tersebut sebagai elemen infrastruktur baru untuk mendukung pengaturan dan koordinasi aktivitas di ruang udara rendah.
Dalam usulan itu, laboratorium tidak diposisikan semata-mata sebagai fasilitas teknologi. Perannya dirancang lebih luas, yakni sebagai digital twin konseptual yang dapat menyatukan berbagai aspek pengelolaan, termasuk dimensi operasional dan teknikal.
Melalui pendekatan tersebut, laboratorium terintegrasi diharapkan menjadi wadah yang mampu menghubungkan kebutuhan pengelolaan ruang udara rendah dengan rancangan sistem yang lebih terpadu. Namun, rincian implementasi maupun tahapan pengembangannya belum dijabarkan lebih lanjut dalam materi yang tersedia.

