Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan konflik di Timur Tengah kian memperburuk prospek ekonomi global. Pernyataan itu disampaikan Perry dalam konferensi pers daring pada Rabu (22/4/2026).
Menurut Perry, eskalasi konflik telah mendorong kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas dunia. Selain itu, situasi tersebut juga dinilai memperdalam disrupsi rantai pasok perdagangan antarnegara.