BMI, lembaga riset di bawah Fitch Solutions yang merupakan bagian dari Fitch Group, memprediksi bahwa setelah 2030 sebagian besar pertumbuhan produksi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di kawasan Asia Pasifik akan bergantung pada Indonesia. Dalam proyeksi tersebut, Indonesia dinilai perlu mengandalkan upaya revitalisasi lapangan gas yang sudah ada serta melanjutkan kegiatan eksplorasi.
Dalam jangka menengah, BMI memperkirakan peningkatan pasokan LNG regional masih akan didorong oleh tambahan ekspor dari Australia pada 2026 dan 2027. Pada periode yang sama, kontribusi tambahan dari Indonesia dan Malaysia diproyeksikan masih relatif kecil.
Namun, memasuki 2029, Indonesia diproyeksikan mulai menyumbang porsi terbesar dalam pertumbuhan pasokan LNG di kawasan. Proyeksi ini muncul di tengah risiko penundaan lanjutan proyek Papua LNG di Papua Nugini.
“Setelah 2030, sebagian besar pertumbuhan regional akan bergantung pada upaya Indonesia untuk merevitalisasi eksplorasi dan produksi serta mengembangkan penemuan-penemuan yang telah diketahui,” tulis BMI dalam riset terbarunya yang dipublikasikan Kamis (5/3/2026).

