BERITA TERKINI
CNN: Utusan Khusus AS Belum Lanjutkan Diplomasi dengan Iran Usai Serangan Gabungan AS-Israel

CNN: Utusan Khusus AS Belum Lanjutkan Diplomasi dengan Iran Usai Serangan Gabungan AS-Israel

Washington — Utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff, yang dalam beberapa bulan terakhir memimpin negosiasi diplomatik AS dengan Iran, disebut belum terlibat dalam diplomasi dengan Teheran setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Informasi tersebut dilaporkan CNN pada Selasa (3/3).

Menurut laporan itu, pemerintahan Presiden Donald Trump—setidaknya untuk sementara—dinilai beralih dari upaya diplomatik, sembari melanjutkan tindakan militer terhadap Iran.

CNN juga melaporkan Witkoff belum berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dalam beberapa hari sejak situasi meningkat, mengutip pernyataan seorang pejabat senior pemerintahan Trump.

Masih pada hari yang sama, Trump menulis di media sosial bahwa negosiasi AS-Iran disebut sudah terlambat dilakukan, dengan alasan AS memiliki keunggulan militer.

Dalam unggahan lain, Trump menyatakan AS memiliki pasokan senjata yang tidak terbatas. Ia menepis laporan Wall Street Journal yang menyoroti cepatnya penipisan persediaan rudal pencegat pertahanan udara dan amunisi lain dalam serangan terhadap Iran, yang disebut menghadapi kesulitan stok senjata.

Trump juga menyampaikan bahwa Reza Pahlavi, putra mahkota dari syah terakhir Iran yang diasingkan, bukan sosok yang dipertimbangkan Gedung Putih untuk jajaran kepemimpinan Iran yang baru. Trump mengatakan dirinya lebih menyukai sosok dari dalam untuk mengambil alih kepemimpinan.

Di sisi lain, Trump mengakui tidak ada rencana evakuasi bagi warga AS di kawasan Timur Tengah sebelum kampanye militer besar-besaran terhadap Iran diluncurkan. “Karena semuanya terjadi dengan sangat cepat,” kata Trump kepada awak media.

Departemen Luar Negeri AS pada Selasa menyatakan pihaknya “secara aktif mengamankan” pesawat militer dan pesawat sewaan untuk menerbangkan warga AS dari Timur Tengah ke tempat yang aman, setelah perang sangat mengganggu perjalanan udara komersial.