JAKARTA — Dompet Dhuafa, yang diwakili Chief Research and Development Prasetyo Wibowo, menghadiri forum Commission on Asian Philanthropy di Riyadh, Arab Saudi, pada 9–10 Februari 2026. Forum tersebut mempertemukan pemimpin filantropi, pembuat kebijakan, dan pemikir strategis dari berbagai negara Asia untuk merumuskan arah penguatan filantropi domestik di kawasan.
Selama dua hari, diskusi membahas dua tahap utama penguatan filantropi Asia. Tahap pertama menitikberatkan pada peningkatan kuantitas melalui penguatan transparansi, perluasan basis sumber daya—baik dari individu, korporasi, dana publik, maupun investasi sosial—serta pertumbuhan penghimpunan yang sistematis.
Tahap kedua berfokus pada peningkatan kualitas dan dampak, antara lain melalui penguatan standar profesional, pengembangan model pertumbuhan sektor, serta percepatan pencapaian tujuan pembangunan lewat kolaborasi antara filantropi, pemerintah, dan pasar.
Forum juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang dinilai dapat mempercepat pertumbuhan filantropi di Asia. Di antaranya kepemimpinan tingkat negara (77%), profesionalisasi lintas sektor (58%), kemitraan multipihak (27%), pemanfaatan teknologi (27%), penguatan kepercayaan publik (19%), serta keterlibatan generasi muda (12%).
Para komisioner menekankan pentingnya kolaborasi regional untuk memperkuat kontribusi filantropi Asia dalam merespons isu strategis seperti kemiskinan, ketimpangan, dan keberlanjutan. Filantropi juga dinilai berpotensi menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi Asia dengan tiga keunggulan yang disebutkan, yakni kapasitas korporasi dalam membangun nasionalisme, kekuatan komunitas dan keluarga, serta pendekatan berbasis nilai keagamaan (faith-based).
Dalam forum tersebut, empat model filantropi yang menjadi rujukan delapan negara komisi turut dibahas, meliputi Ziswaf (faith-based), mandatory CSR, dormant deposits, dan filantropi digital. Sejumlah pemangku kepentingan dari Kementerian e-Commerce, Kementerian Investasi, serta Otoritas Wakaf Arab Saudi juga hadir sebagai narasumber dalam diskusi meja bundar mengenai model filantropi yang dapat dikembangkan dalam 20 tahun ke depan.
Dompet Dhuafa, sebagai lembaga filantropi berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang telah berkiprah lebih dari tiga dekade, memandang forum ini sebagai momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem filantropi Asia. Ke depan, lembaga tersebut menyatakan komitmennya mendorong penguatan riset, standardisasi, serta kolaborasi lintas negara guna meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas dampak filantropi nasional.
Partisipasi Indonesia dalam forum ini juga disebut menegaskan kontribusi praktik filantropi berbasis nilai keislaman dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun arsitektur filantropi Asia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

