Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan wacana dalam merespons konflik global yang terus memanas. Ia meminta pemerintah menunjukkan langkah konkret untuk meminimalkan dampak dari berbagai konflik internasional yang hingga kini belum mereda.
Pernyataan itu disampaikan Dave saat menanggapi situasi global, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Menurutnya, Indonesia perlu terus mendorong solusi permanen bagi konflik global agar upaya yang dilakukan tidak berhenti pada wacana, melainkan menghasilkan perdamaian.
Dave juga mengingatkan bahwa konflik global tidak hanya menimbulkan dampak langsung, tetapi turut memunculkan ancaman perang hibrida yang perlu diwaspadai. Ia menilai, meski konflik terjadi jauh dari Indonesia, dampak lanjutan tetap bisa dirasakan, termasuk di kawasan Laut Cina Selatan yang strategis dan dekat dengan wilayah nasional.
Di tengah dinamika tersebut, Dave menekankan pentingnya Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Ia menyebut Indonesia perlu menjaga keseimbangan hubungan dengan China sebagai mitra dagang utama, sekaligus tetap menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat dan Eropa dalam bidang teknologi dan ekonomi.
Selain aspek geopolitik, Dave menyoroti dampak konflik global terhadap sektor ekonomi, khususnya lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional. Meski demikian, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai mampu menjaga stabilitas melalui kebijakan fiskal.