Pemerintah menempuh jalur diplomasi menyusul tertahannya dua kapal tanker minyak milik Pertamina di kawasan konflik Iran–Amerika Serikat. Situasi ini dinilai berpotensi mengganggu pasokan energi nasional apabila pengiriman minyak mentah tidak segera kembali lancar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang mengupayakan pembukaan jalur pelayaran agar kedua kapal tersebut dapat keluar dari wilayah Teluk.
“Sedang diplomasi agar ada cara untuk mereka (dua kapal) dikeluarkan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).
Kedua kapal tanker itu mengangkut minyak mentah (crude oil) dari Timur Tengah. Selama ini, pasokan dari kawasan tersebut menyumbang sekitar 25% dari total impor minyak mentah Indonesia.

