BERITA TERKINI
FieldGIG Gandeng Hangtuah Jakarta Luncurkan Pusat Komando Perkebunan Digital untuk Dorong Smart Agriculture

FieldGIG Gandeng Hangtuah Jakarta Luncurkan Pusat Komando Perkebunan Digital untuk Dorong Smart Agriculture

JAKARTA — Konsorsium agritech FieldGIG mengumumkan kemitraan strategis dengan klub bola basket profesional IBL, Hangtuah Jakarta (HTJ), di tengah ancaman disrupsi rantai pasok dan kenaikan harga pangan yang dipicu konflik internasional. Kolaborasi ini menandai peluncuran “FieldGIG Digital Plantation Command Center”, yang disebut sebagai langkah untuk memperkuat kedaulatan pangan Indonesia melalui hilirisasi teknologi digital.

Peluncuran dilakukan bertepatan dengan pertandingan kandang Hangtuah Jakarta di GOR Ciracas. Inisiatif tersebut dikaitkan dengan kondisi volatilitas harga pupuk dunia serta hambatan logistik komoditas global yang dinilai berdampak pada sektor pertanian dan perkebunan.

FieldGIG memperkenalkan diri sebagai aliansi regional yang menggabungkan sejumlah pihak dari Indonesia dan Malaysia. Dalam konsorsium ini, Job2GO dari Indonesia berperan pada aspek pengelolaan tenaga kerja melalui penempatan kerja etis dan pelacakan ESG (Environmental, Social, and Governance). Dari Malaysia, IPInfra menyediakan dukungan sensor IoT industri dan konektivitas untuk perkebunan, sementara AlphaSwift berfokus pada robotika udara (drone) untuk pemetaan presisi dan pemantauan kesehatan tanaman secara real-time.

Komisaris Hangtuah Jakarta sekaligus Founder FieldGIG, Abdul Muthalib, menyatakan ketidakstabilan global menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dari keamanan nasional. Menurut dia, Indonesia memiliki tanah subur sebagai aset, namun pengelolaannya perlu beradaptasi dan tidak lagi mengandalkan metode konvensional semata.

Abdul Muthalib mengatakan integrasi manajemen tenaga kerja Job2GO, kemampuan drone AlphaSwift, dan konektivitas IPInfra ditujukan untuk memperkuat rantai pasok domestik. “Kami memastikan setiap hektar lahan dioptimalkan sehingga pangan sehat tetap terjangkau bagi keluarga Indonesia, terlepas dari guncangan pasar global,” ujarnya.

Dalam pengembangan solusi, FieldGIG menyusun lima pilar yang diklaim sebagai pendekatan satu pintu (one-stop solution) untuk sektor agrikultur. Pilar tersebut meliputi ESG traceability untuk transparansi produksi etis; smart payroll melalui sistem upah berbasis Complexity Index; pemanfaatan IoT dan sensor tanah untuk pemantauan nutrisi yang presisi; layanan drone untuk pengamanan area luas dan prediksi panen dengan klaim akurasi hingga 99%; serta AgriChat dengan antarmuka WhatsApp untuk menghubungkan petani ke pasar perkotaan dan memangkas rantai distribusi.

Kemitraan dengan Hangtuah Jakarta juga diposisikan sebagai sarana edukasi publik. Penempatan merek induk Hyred dan logo FieldGIG pada jersey pemain disebut menjadi simbol pesan bahwa presisi dan data penting, baik dalam olahraga profesional maupun dalam pengelolaan pertanian dan perkebunan.

“Kami menggunakan energi besar dari kompetisi IBL untuk mengirimkan pesan kuat: data yang lebih baik di lapangan berarti lebih banyak pangan sehat di meja makan kita,” kata Abdul Muthalib.

FieldGIG merupakan konsorsium agritech yang dipimpin dari Indonesia dengan fokus pada hilirisasi digital sektor perkebunan. Konsorsium ini menggabungkan sensor IoT, robotika udara, dan AI manajemen tenaga kerja ke dalam antarmuka WhatsApp. Adapun Hangtuah Jakarta adalah tim bola basket profesional peserta IBL yang, melalui model kepemilikan bersama, mengintegrasikan aktivitas olahraga dengan industri strategis nasional untuk mendorong dampak sosial dan ekonomi.