BERITA TERKINI
FPCI Chapter USU Gelar DiploTalk Bahas Urgensi Diplomasi Siber di Era Kecerdasan Buatan

FPCI Chapter USU Gelar DiploTalk Bahas Urgensi Diplomasi Siber di Era Kecerdasan Buatan

MEDAN, 1 Maret 2026 — Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar webinar DiploTalk pada Sabtu, 28 Februari 2026. Mengangkat tema “Cyber Diplomacy: Negotiating in the Age of Artificial Intelligence”, kegiatan ini menyoroti dinamika diplomasi di era digital yang kian kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi global.

Dalam forum tersebut, Abdurrahman Al-Fatih Ifdal hadir sebagai narasumber utama. Ia memaparkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) mengubah lanskap hubungan internasional, sekaligus menawarkan perspektif mengenai tantangan dan peluang dalam diplomasi siber. Diskusi juga diarahkan untuk mendorong peserta memahami diplomasi melalui riset yang mendalam dengan memanfaatkan perkembangan fitur siber.

Presiden FPCI Chapter USU, Jacquelijn Patricia, dalam pidato pembukaan menyampaikan harapannya agar peserta memperoleh wawasan untuk menentukan posisi di tengah konstelasi kekuatan baru, khususnya terkait teknologi dan AI. “Kami sangat menantikan wawasan dari Mr. Abdurrahman Al-Fatih Ifdal mengenai cara menentukan posisi di tengah konstelasi kekuatan baru, khususnya teknologi dan AI. Mari kita belajar bersama untuk memetakan arah masa depan kebijakan luar negeri kita,” ujarnya.

Direktur Departemen Riset dan Pengembangan FPCI Chapter USU turut menekankan pentingnya isu diplomasi siber dalam sambutannya. Ia menyatakan bahwa diplomasi siber telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian, dengan teknologi siber semakin berperan dalam diplomasi, hubungan internasional, hingga pergerakan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber yang hadir untuk berbagi pengetahuan mengenai cyber diplomacy.

Sementara itu, Abdurrahman Al-Fatih Ifdal membuka materinya dengan menekankan semangat kolaborasi. “Kehadiran saya di sini bukan sekadar untuk memberi pelajaran, melainkan untuk belajar bersama rekan-rekan melalui diskusi mengenai cyber diplomacy. Saya berharap forum ini menjadi platform pembelajaran dua arah (two-way learning platform),” katanya.

Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu teknologi dan diplomasi menjadi perhatian penting bagi generasi muda. FPCI Chapter USU menyatakan kegiatan ini menjadi dorongan untuk terus menyelenggarakan DiploTalk dengan topik-topik relevan pada kesempatan berikutnya.